Showing posts with label perempuan. Show all posts
Showing posts with label perempuan. Show all posts

Saturday, June 2, 2018

HUBUNGAN SUAMI ISTRI DI BULAN RAMADAN

KAJIAN AL QUR’AN
HUBUNGAN SUAMI ISTRI DI BULAN RAMADAN
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Selasa-Kamis, 22 - 24 Mei 2018
Topik kajian kali ini membahas tentang ‘HUBUNGAN SUAMI ISTRI DI BULAN RAMADAN’ dalam surat Al Baqarah : 187 serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan topik tersebut
QS 2 : 187: Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Rafaśa = berkata jorok. Istri adalah pakaian bagi suami dan sebaliknya. Urusan ranjang sama-sama punya hak yang sama. Suami atau istri boleh minta dulu. Dua-duanya harus menikmati hubungan suami istri.
QS 2 : 197; Rafaśa = berkata jorok, kata-kata yang menimbulkan birahi, perbuatan yang tidak senonoh, hubungan seksual, bercampur laki-laki dan perempuan. Siang hari tidak boleh rafaśa & berhubungan badan dengan istri pada bulan puasa. Pada malam hari kalau istri lagi mens haram hukumnya untuk berhubungan badan.
QS 2 : 222; “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang tempat waktu haid. Katakanlah ‘itu adalah sesuatu yang kotor’”. Kotor = gangguan kecil, boleh bersetubuh kalau suci dan bersuci. Taqrabūhunna = suci, taţahharna = bersuci.
QS 3 : 111; Ażā = gangguan kecil = layyada
QS 33 : 48; Ażāhum = gangguan orang-orang kafir (gangguan kecil)
QS 2 : 264; Ażā = menyakiti (perasaan penerima sedekah), mengganggu
QS 5 : 90; Rijsum = keji – dalam konteks meminum minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah. Semua itu adalah perbuatan keji (rijsum) dan termasuk perbuatan setan.
QS 22 : 30; Rijsum, rijsa = berhala yang najis
QS 2 : 223; “Istri adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu suka”, kecuali dalam bulan Ramadan hanya boleh malam hari.
QS 2: 228; Para suami mempunyai 1 tingkat kelebihan di atas wanita dalam masalah perceraian dan rumah tangga karena ia yang bertanggung jawab sebagai kepala keluarga.
QS 4 : 34; “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah menjadikan laki-laki memberi nafkah dan hartanya kepada istrinya”. Pelindung = pemimpin à Pemimpin yang wajib melindungi karena: 1. Allah telah kasih kelebihan pada laki-laki, 2. Laki-laki memberi nafkah dan harta. Kalau sebaliknya maka laki-laki menjadi DKI = Dibawah Kekuasaan Istri.
Kesimpulan: Di luar perkara ‘hubungan suami istri’, suami adalah pemimpin. Dalam parkara ‘hubungan suami istri’, keduanya punya hak yang sama.
QS 4 : 32; ”…Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan”. Artinya, laki-laki dan perempuan sama-sama berhak untuk bekerja, namun penghasilan suami untuk istri dan keluarga, sedangkan penghasilan istri untuk dirinya bukan untuk suami.
QS 4 : 4; Laki-laki harus memberi maskawin (kewajiban) walaupun calon istri lebih kaya. Dan kelak bila istri menyerahkan kembali sebagian maskawinnya dan ikut bekerja dan ikut menanggung keluarga, maka terimalah dan nikmati pemberian itu dengan senang hati.
-----------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Selasa - Kamis, 22 - 24 Mei 2018

Friday, November 24, 2017

8 MACAM AZAB KAUM WANITA DI NERAKA SERTA SEBABNYA

8 MACAM AZAB KAUM WANITA DI NERAKA SERTA SEBABNYA
Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita (HAWA).
Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah SAW menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah SAW, mengapa beliau menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah SAW kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
Rasulullah SAW menjawab, seperti ini:
1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya. Otaknya mendidih.
2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya. Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.
4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.
5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll), sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"
Rasulullah menjawab: "Wahai putriku,
·         Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
·         Perempuan yang digantung adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
·         Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
·         Perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
·         Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
·         Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
·         Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mau mandi junub.
·         Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.
·         Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.
Wahai Sahabatku kaum muslimah.. yuk kita semua mulai memperbaiki diri..
sebelum semua terlambat…  Tutuplah aurat dengan sempurna, jagalah lisan dan akhlak kita. Sebelum datangnya maut merenggut nyawa kita, yang bisa menyelamatkan kita kelak dari azab neraka adalah amalan sholeh yang kita kerjakan semasa hidup di dunia ini ...

Ya Allah… akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk).. Aamiin yaa Allah yaa Rabbal'Aalamiin...