Monday, August 17, 2020

KEKAYAAN SEJATI

Saudara-saudara & sahabat sholehku, ada seorang yang miskin bertanya pada Sang Guru Bijak, 

"Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?"

Sang Guru menjawab, "Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain".

"Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain”, jawab si miskin.

Sang Guru Bijak berkata: "Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain".

"Apakah itu, guru?"

Sang guru mejawab:

1. Dengan Mulut yang engkau punya, engkau bisa berikan senyuman & pujian.

2. Dengan Mata yang engkau punya, engkau bisa memberikan tatapan yang lembut.

3. Dengan Telinga yang engkau punya, engkau bisa memberikan perhatian untuk mendengar keluh kesah orang di sekitar mu.

4. Dengan Wajah yang engkau punya, engkau bisa memberikan keramahan.

5. Dengan Tangan yang engkau punya, engkau bisa memberikan bantuan & pertolongan pada orang lain yang membutuhkan & masih banyak lagi.

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain.

Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu.

Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi & berbagi pada orang lain & siapapun.

Pulanglah ..... & Berbagilah ..... pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar orang lain juga mau berbagi denganmu.

Memberi tidak selalu berupa uang atau materi. Memberi itu tidak di tentukan oleh seberapa besar atau kecil, tapi berdasarkan.... kebutuhan.

Ada yang butuh di Dengarkan

Ada yang butuh di Kuatkan

Ada yang butuh di Perhatikan

Ada yang butuh di Semangati

Ada yang butuh diberi Pengharapan

Selalulah lakukan yang terbaik,

Apa yang kita tanam sekarang akan kita tuai di kemudian Hari.

Ketika kita menanam padi mungkin rumput ikut tumbuh, tetapi ketika kita menanam rumput niscaya padi mustahil ikut tumbuh

Jadi, ketika kita mengejar Akhirat, maka Dunia pasti akan ikut didapat

Tapi, ketika kita mengejar Dunia jangan berharap Akhirat akan didapat.

Mari, tetaplah berbuat kebaikan sekecil apapun yang bisa kita lakukan, walaupun hanya berupa doa/senyuman atau sapaan ringan yang baik...

Ketahuilah, separuh hidup ini adalah nikmat, separuhnya lagi adalah ujian, diantara keduanya itu manusia dapat memetik pahala ataupun menuai dosa.

Nikmat memerlukan syukur, Ujian memerlukan sabar, sementara dosa memerlukan Istighfar dan Taubat. Bila ketiga hal tersebut terkumpul pada diri seorang mukmin, maka ia pasti meraih kebahagiaan.

Semoga bermanfaat...

Renungan malam ini:

PADA AKHIRNYA SEMUA AKAN BERAKHIR SAMA

Saat usia memasuki 50-an....,cantik atau tak cantik, ganteng atau tak ganteng, sama saja. Tak ada yang melirik lagi.

Saat usia 60-an ... ,pendidikan tinggi atau pendidikan rendah, jabatan tinggi atau jabatan rendah, sama saja. Sudah pensiun, tak ada lagi boss atau bawahan.

Saat usia 70-an..., rumah besar atau rumah kecil, sama saja. Sudah tidak lincah, hanya butuh ruang kecil untuk bisa duduk.

Saat usia  80-an....kalaulah masih hidup, punya uang atau tidak punya uang, sama saja. Saat itu uang tak lagi bisa membeli makanan enak, steak/ rendang/ kikil yang lezat, dan juga tak bisa lagi travel jauh-jauh.

Saat usia 90-an...,tidur atau bangun, sama saja. Karena setelah bangun, tetap tidak tahu apa yg akan dilakukan.

Saat ajal tiba, kaya atau miskin, sama saja. Kita hanya akan dikubur, orang-orang akan menangisi kita kemudian melupakan kita, karena mereka sudah dipenuhi oleh persoalan hidupnya masing-masing.

Oleh karena itu, semasa hidup janganlah sombong atas apa yg dimiliki, karena semua akan berakhir sama.  Jangan habiskan waktu mencari uang sampai lupa bersedeqah dan berbagi waktu dengan orang-orang tercinta dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Selalu berbuat baiklah sampai akhir hayat, karena pada akhirnya semua tak akan membawa apapun, hanya amal yang akan mengikutimu dan kebajikan yang akan dikenang. 

“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ~ QS 31 – Luqman : 18 ~