Showing posts with label petunjuk. Show all posts
Showing posts with label petunjuk. Show all posts

Thursday, May 10, 2018

BULAN RAMADAN – BULAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN

KAJIAN AL QUR’AN
BULAN RAMADAN – BULAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Senin, 9 Mei 2018
Topik kajian membahas tentang ‘Bulan Ramadan - Bulan Diturunkannya Al Qur-an’ dalam surat Al Baqarah : 185, serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan saat-saat diturunkannya Al Qur’an dalam bulan Ramadan.
QS 2 : 185; Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan batil).
QS 97 : 1-5; Al Qur’an diturunkan mula-mula pada malam Qadar (malam kemuliaan = malam Lailatul Qadr) secara lengkap. Sedangkan malam 17 Ramadan Nabi hanya menerima 5 Ayat (QS 96 – Al ‘Alaq : 1- 5)
QS 44 : 1-3; Al Qur’an adalah kitab yang menjelaskan, yang diturunkan pada suatu malam yang diberkahi (pertama kali diturunkan). Malam yang diberkahi di Indonesia umumnya jatuh pada 17 Ramadan = Nuzulul Qur’an. Yang diturunkan Surat Al ‘Alaq ayat 1 – 5.
QS 8 : 41;  Penjelasan tentang Hari Furqaan. Furqaan ialah pemisah antara yang haq dan yang batil. Hari Furqaan ialah jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadan tahu kedua Hijrah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Qur’anul Kariem pada malam 17 Ramadan.
QS 25 : 1; Al Furqaan = Al Qur’an
QS 3 : 3-4; Allah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat dan Injil. Al Qur’an menjadi petunjuk bagi manusia dan sebagai kitab pembeda (Al Furqaan)
QS 53 : 2-12; Penjelasan tentang saat pertama kali Jibril menyampaikan 5 ayat Al Qur’an dan menampakkan diri kepada Muhammad. Jibril digambarkan sangat kuat, mempunyai akal yang cerdas dan menampakkan diri kepada Muhammad dalam rupanya yang asli dengan jarak yang sangat dekat antara keduanya,yaitu lebih dekat dari pada dua ujung busur panah
QS 17 : 105-106;  Al Qur’an diturunkan dengan sebenar-benarnya, dengan membawa kebenaran. Al Qur’an diturunkan sedikit semi sedikit, bagian demi bagian, berangsur-angsur agar dapat dibaca secara perlahan-lahan oleh manusia
QS 25 : 32; Orang kafir bertanya mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus? Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus, berangsur-angsur agar hati Muhammad s.a.w. menjadi kuat dan tetap (mantap dan yakin)
Bulan Ramadan, bulan turunnya Al Qur’an:
1.   Sebagian Al Qur’an (5 ayat pertama Al ‘Alaq) di malam 17 Ramadan
2.   Seluruh Al Qur’an di malam lailatul Qadr, tanggal 21 Ramadan ke atas di malam-malam ganjil.
QS 2 : 2; Al Qur’an tidak ada keraguan yang ada padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
QS 16 : 102; Al Qur’an untuk Muslimin
QS 27 : 1-3; Al Qur’an untuk Mukminin
QS 31 : 2-4; Al Qur’an untuk Muchsinin = orang yang berbuat kebaikan
QS 10 : 57; Al Qur’an itu syifā = obat/penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
QS 24 : 34; Ayat-ayat Al Qur’an memberi penerangan/penjelasan serta contoh-contoh dari orang-orang terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
QS 24 : 46; Ayat-ayat Al Qur’an adalah penjelasan.
QS 8 : 29; Orang yang bertaqwa kepada Allah akan diberikan furqaan (petunjuk yang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil). Dapat juga diartikan sebagai pertolongan Allah.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Senin, 9 Mei 2018

Monday, December 14, 2015

MENCARI HIDAYAH

MENCARI HIDAYAH

Dalam setiap rakaat shalat, kita baca surat al-Fatihah. Inti dari surat al-Fatihah itu pada dasarnya hanya dua.
Pertama, Pengakuan akan Allah dan diri sendiri.
Kedua, Permohonan atau doa, berkaitan dengan hal-hal yang di inginkan dan yang tidak di inginkan.
Salah satu permohonan yang kita minta adalah agar diberi petunjuk atau ditunjuki jalan yang lurus. Permohonan tersebut tidak akan banyak makna jika tidak di tindak lanjuti dengan perbuatan yang nyata.
Perbuatan apa saja, yang harus kita lakukan agar doa tersebut dapat berbuah manis. Berikut ini ada beberapa ayat yang dapat kita jadikan panduan, diantaranya:
1. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang berdusta lagi kafir ~ QS 39 - Az-Zumar : 3 ~
2. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi pendusta. ~ QS 40 – Al Mu’min : 28 ~
3. Demikianlah Allah menyesatkan orang yang melampaui batas lagi ragu-ragu. ~ QS 40 – Al Mu’min : 34 ~
4. Dan Allah menyesatkan orang yang zhalim. ~ QS 14 - Ibrahim : 27 ~
5. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhaliim. ~ QS 5 - Al-Maidah : 51 ~
6. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik ~ QS 61 – Ash-Shaff : 5 ~
Dari ke enam ayat tersebut dapat kita fahami bahwa hidayah tidak akan Allah berikan kepada:
1. Orang yang berdusta atau pendusta.
2. Kafir.
3. Orang yang melampaui batas.
4. Orang yang ragu-ragu
5. Orang yang zhaliim
6. Orang yang fasik.
Semoga Allah selamatkan kita semua dari ke enam hal diatas, dan berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh hidayah Allah Subhanahu wa ta’ala.
Aamiiin ya Rabbal’aalamiin