Showing posts with label dosa besar. Show all posts
Showing posts with label dosa besar. Show all posts

Friday, April 5, 2019

BALASAN ATAS AMAL PERBUATAN KITA

KAJIAN AL QUR’AN

BALASAN ATAS AMAL PERBUATAN KITA

Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Kamis, 05 April 2018


Topik kajian kali ini membahas tentang BALASAN ATAS AMAL PERBUATAN KITA dalam surat Al Baqarah : 286  serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan topik tersebut

QS 2 : 286 Allah tidak membebani seseorang mmelainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya

QS 3 : 30; Setiap jiwa akan diperlihatkan apa yang dikerjakannya + balasan atas kebajikan dan kejahatan yang dilakukan. CD rekaman perbuatan yang baik & jahat akan diperlihatkan

QS 4 : 31; Jika menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya à akan dihapus kesalahan + dosa2 kecilnya à akan masuk surga.

QS 53 : 31-32; Balasan Allah kepada yang jahat dan baik. Orang yang berbuat baik mendapat balasan yang lebih baik (surga). Allah Maha Luas ampunannya. Berbuat baik dan menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji (berjudi dll). Di Jawa dikenal Mo-Limo. Manusia terbuat dari tanah, maka jangan menganggap diri suci.

QS 53 : 38 (36-41); Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Manusia hanya akan memperoleh apa yang diusahakannya

Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang BALASAN ATAS AMAL PERBUATAN KITA

(286) “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. [Mereka berdo’a]: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". ~QS (2) Al Baqarah : 286~

----------------------------------------------------------------------------------------------

(30) “Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan [di mukanya], begitu [juga] kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri [siksa]-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” ~QS (3) Ali Imran : 30~

 ----------------------------------------------------------------------------------------------

(31) “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu [dosa-dosamu yang kecil] dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia [surga].”  ~QS (4) An Nisaa’ : 31~

 ----------------------------------------------------------------------------------------------

(31) “Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik [surga].

(32) [Yaitu] orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui [tentang keadaan]mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” ~QS (53) An Najm : 31-32~

 ----------------------------------------------------------------------------------------------

(36) “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?,

(37) dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,

(38) [yaitu] bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

(39) dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

(40) Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan [kepadanya].

(41) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,” ~QS (53) An Najm : 38 (36-41)~

----------------------------------------------------------------------------------------------

Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Kamis, 05 April 2018

KE KAJIAN BERIKUTNYA - ALLAH MENGAMPUNI SEMUA DOSA

Thursday, August 10, 2017

DOSA BESAR DAN DOSA KECIL

KAJIAN AL QUR’AN
DOSA BESAR DAN DOSA KECIL
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Selasa, 8 Agustus 2017
QS 2 : 218; Ayat ini berkaitan dengan awal ayat 217, di mana Muhammad saw ditanya tentang perang dibulan haram yang adalah dosa besar. Padahal para sahabat rasul yang 12 orang sudah terlanjur berperang membela Islam di bulan haram itu. Mereka takut dan kecewa akan berdosa dan mengharapkan Allah bisa mengampuni mereka.
Ayat 218 menegaskan bahwa mereka sebagai orang yang beriman, dan yang berhjrah dan berjihad dijalan Allah dapat mengharapkan rahmat (pengampunan) bagi mereka, karena Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
QS 2: 219-220; Buntut ayat 219 harus dibaca lanjut dengan awal dari ayat 220; “… Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan (219), tentang dunia dan akhirat (fid-dun-yaa wal-aakhiroh) (220)
Ayat 219 menerangkan bahwa minum khamar (minuman keras) dan berjudi adalah dosa besar walaupun ada manfaatnya juga. Namun dosanya lebih besar daripada manfaatnya. Selain itu, ada petunjuk bagaimana meng-infaq-kan harta, yaitu meng-infaq-kan “kelebihan dari yang diperlukan”
Ayat 220 menerangkan bagaimana memperlakukan anak yatim.
QS 4 : 31;  Dosa kecil akan dihapus oleh Allah, dengan syarat menjauhi dosa besar, sehingga bisa tetap masuk surga. Perintah-Nya adalah ‘menjauhi’… Dekat dengan dosa besar saja tidak boleh apalagi ‘melakukan’ dosa besar.    
QS 11 : 114; Menegakkan sholat pada pagi dan petang (kedua ujung siang) merupakan perbuatan baik yang dapat menghapus dosa kecil. Ini merupakan peringatan bagi orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah
QS 5 : 90; 4 dosa besar yang harus dijauhi; 1. Minum minuman keras, 2. Berjudi, 3. Menyembah berhala, 4. Mengundi nasib menggunakan anak panah (jaman sekarang pakai kartu dsb.). Ini merupaka perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan.
QS 17 : 32; Larangan ‘mendekati’ (berarti harus ‘menjauhi’) zina, karena zina merupakan perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk
QS 22 : 30; … Selain ‘menjauhi’ penyembahan berhala-berhala yang najis, maka berbohong juga merupakan dosa besar yang harus ‘dijauhi’
QS 8:72,74,75; kaitannya dengan QS (2):218; 1) Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta da jiwanya pada jalan Allah dan 2) orang-orang yang memberikan tempat inggal dan menolong  kaum Muhajirin, adalah orang-orang yang saling tolong menolong, saling melindungi
Kalau orang yang beriman tapi belum berhijrah di jalan Allah, tidak wajib dilindungi sampai mereka berhijrah. Tapi kalau mereka minta tolong tentang urusan agama, maka kita wajib menolong, kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kita dengan mereka.
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Dosa Besar dan Dosa Kecil:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” ~ QS (2) Al Baqarah : 218 ~
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
“[219] Mereka bertanya kepadamu tentang khamar 136) dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manisa, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
[220] tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, nuscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” ~ QS (2) Al Baqarah : 219-220 ~

136) Segala minuman yang memabukkan
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-doosamu yang kecil) daan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)” ~ QS (4) An Nisaa’ : 31 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan-peringatan bagi orang yang ingat.” ~ QS (11) Huud : 114 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya (minuman) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah 434), adalah perbuatan keji termasukperbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat kemenangan” ~ QS (5) Al Maa’idah : 90 ~

434) à lihat 396) Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan 3 anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” ~ QS (17) Al Israa’ : 32 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“… Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah oelhmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta” ~ QS (22) Al Hajj : 30 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“[74] Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rejeki (nikmat) yang mulia”
[75] Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) 626) di dlam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Mengetahui segala sesuatu”  ~ QS (8) Al Anfal : 72,74-75 ~

626) Maksudnya: yang jadi dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan kerabat bukanlah hanya hubungan persaudaraan keagamaan sebagaimana yang terjadi antara Muhajirin dan Anshar pada permulaan Islam.
------------------------------------------------------------------------------------- 
Disarikan oleh H. R. Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Senin, 7 Agustus 2017