RAHASIA UMUR DALAM AYAT-AYAT AL QUR’AN
“Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan di kepada kejadian(nya) 1272). Maka apakah mereka tidak memikirkan? ” ~ QS (36) YaaSiin : 68 ~
1272) Maksudnya: kembali menjadi lemah
dan kurang akal
Dalam ayat diatas Allah menggunakan kata Kami. Disamping
bermakna kebesaran, ia juga memperlihatkan adanya keterlibatan segala sesuatu
selain Allah.
Hal ini sejalan dengan Hadits Rasul "Siapa yang ingin di panjangkan umurnya, di murahkan rezekinya
maka hendaklah menyambung tali silaturahim”
Menyambung tali silaturrahiim adalah bagian dari memperpanjang
usia atau tepatnya harapan hidup. Berkaitan dengan umur, mengembalikan dalam
ayat ini berarti kembali seperti semula, yatitu menjadi lemah dan kurang akal.
“Dan Allah telah menciptakan kamu kemudian Dia akan
mewafatkan kamu;
dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah
(pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”
~ QS (16) An-Nahl : 70 ~
Perjalanan manusia dari lahir ke wafat penuh dengan lika liku. Kita berharap semoga lika-liku itu tetap dalam line shirathal mustaqim. Amiiin.
Manusia berkeinginan, namun yang tetap terjadi adalah kuasa Allah. Salah satu diantara apa
yang Allah kehendaki tersebut adalah suatu yang pasti; bahwa manusia
bertambah lemah dan pikun, sehingga tidak mengingat apa lagi yang pernah dia
ketahui.
“Allah, Dialah yang
telah menciptakan kamu dari lemah
kemudian Dia menjadikan
(kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat. Kemudian Dia menjadikan (kamu)setelah
kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya
dan Dialah Yang
Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
~ QS (30) Ar-Ruum : 54 ~
Ada tiga tahapan dalam ayat ini yaitu:
1. Pertama Lemah.
2. Kedua Kuat.
3. Ketiga Kembali Lemah dan Beruban.
Itulah perjalanan fisik manusia. Puncak kekuatan fisik ada di usia 40 tahun. Sementara
rohani di usia 40 adalah awal menuju kesempurnaan. Yang semakin
lama akan semakin kuat. Dan itulah sifat dari rohani.
Ketertarikan manusia kepada fisik tidak jarang menyebabkan mereka
lupa kepada esensi dari dirinya. Esensi itu bukanlah fisik.
Surat dan ayat berikut menggambarkan orang-orang
kafir yang menghabiskan usianya hanya untuk melayani fisik dan bahkan menjadi pemujanya.
“Dan mereka
berteriak di dalam neraka itu:
“Ya Tuhan kami keluarkanlah kami
(dari neraka ini) niscaya kami akan mengerjakan amal saleh berlainan dengan
yang telah kami kerjakan”
Dan apakah Kami tidak
memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup
untuk berfikir bagi
orang yang mau berpikir untuk berpikir.
Dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan?
Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim
seorang penolongpun”
~ QS (35) Faathir : 37 ~
Semoga dapat
menjadi peringatan bagi kita semua.
No comments:
Post a Comment