Showing posts with label berdzikir. Show all posts
Showing posts with label berdzikir. Show all posts

Monday, October 25, 2021

MARI MASUK SURGA

Oleh : Bakrim Maas

Nabi pernah bersabda, "Setiap umatku akan masuk surga, kecuali mereka yang enggan. Sahabat bertanya, Ya Rasulullah, siapakah yang enggan itu ? Nabi menjawab, "Yang mendurhakai aku dan tidak taat kepadaku".

Ingat, surga itu diciptakan Allah bukan untuk dikosongkan, tapi untuk diisi. Bahkan Allah tunjukkan, bagaimana cara memasuki surga itu. Salah satunya dalam surat Al-Fajr ayat 27-30.

يايتها النفس المطمؤنة ارجعي الى ربك راضية مرضية فادخلي في عبادي وادخلي جنتي

"Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu. Ridholah agar Allah meridhoimu. Maka bergabunglah bersama hambaKu (yang sholeh). Dan masuklah ke dalam surgaKu. ~QS89 - Fajr:27-30~

Dari firman Allah ini ada empat langkah menuju surga Allah :

Pertama, 

يايتهازالنفس مطمؤنة

yang dipanggil masuk surga itu jiwa yang tenang. Bagaimana agar jiwa kita jadi tenang :

1. Banyak berdzikir.

الا بذكرالله تطمؤن القلوب

Ketahuilah, dengan berzikir kepada Allah hatimu akan tenang. Maka perbanyaklah berzikir.

2. Hati yang selalu bersyukur.

وان تشكروا يرضه لكم

Dan jika engkau bersyukur Allah ridho denganmu. Ridho Allah mendatangkan jiwa yang tenang. Jangan pernah berhenti bersyukur.

3. Hati yang bersabar.

 و الله يحب الصابرين

Dan Allah mencintai orang2 yang sabar. Orang2 yang dicintai Allah jiwanya tenang. Mari selalu kita sabar menghadapi hidup ini.

4. Hati yang bertawakkal.

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Termasuk kebutuhan jiwa yang tenang. Tawakkal itu artinya mari serahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah.

5. Memberikan makan yang cukup untuk jiwa. Makanan jiwa itu bersifat spiritual, seperti : baca Al Qur'an, zikir, sholawat, puasa dan sholat sunat, istighfar, sedekah, menolong orang lain, berbuat baik, dll. Jangan pernah biarkan jiwa kita kosong dan kelaparan. Selalu beri makan yang cukup.

Kedua,

ارجعي الى ربك

Kembalilah kepada Tuhanmu.

Kembali disini ada dua pengertiannya :

1. Kembali dalam artian tobat. Dulu waktu lahir kita suci/fitrah. Kemudian selama hidup di dunia berbuat dosa. Maka agar kembali bersih, bertobatlah. Tobat itu artinya kembali.

2. Kembali dalam artian plg menuju Allah/akhirat.

انا لله و انا اليه راجعون

Sesungguhnya kita datang dari Allah dan akan kembali kepada Nya. Arahkan hidup kita ke Allah/akhirat. Caranya : apapun yang kita lakukan, pertimbangkan akhiratnya. Kalau akan merugikan akhirat, tinggalkan.

Ketiga,

راضية مرضية

Ridholah dengan Allah, maka Allah akan meridhoimu.

Ridho disini ada dua pengertiannya :

1. Ridho dengan semua takdir Allah. Apapun yang Allah tetap/takdirkan untuk kita, semuanya kita ridho/kita suka.

2. Ridho yang kedua artinya niat kita melakukan apapun juga hanya ikhlas mencari ridho Allah.

ان الصلاة و نسكي ومحياي ومما تي لله رب العالمين

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya ikhlas mencari ridho Allah, Rabb seluruh alam.

Kalau kita sudah ridho, maka Allah akan meridhoi kita

(مرضية).

رضي الله عنهم ورضوا عنه

Allah akan ridho kepada mereka, kalau mereka ridho kepada Allah.

Keempat, 

Bergabunglah bersama hambaKu yang sholeh

 (فادخلي في عبادي)

Hamba2 Allah yang sholeh adalah para Nabi. Maka bergabunglah dengan mereka. Caranya, teladani mereka.

Cara bergabung dengan Ibrahim AS. maka korbankanlah harta/anak untuk Allah.

Bergabunglah dengan nabi Muhammad SAW, caranya tebarkan kasih sayang dimanapun berada.

وما ارسلناك الا رحمة للعالمين

Tidak kami utus engkau (Muhammad) kecuali menebarkan kasih sayang di seluruh alam.

Bergabung dengan nabi Ayub, sabarlah menghadapi cobaan dan penyakit.

Bergabunglah dengan nabi Nuh AS. dengan sabar menghadapi ketidak-taatan anak dan isterinya. Dan bergabunglah seterusnya dengan nabi2 lainnya.

Akhirnya, setelah melewati empat langkah itu, baru Allah berkata,

 وادخلي جنتي

Sekarang masuklah kedalam surga-Ku.

Itulah jalan masuk menuju surga Allah. Semoga kita semua, masuk ke dalam surga Allah.

Aamiin ya rabbal'alamiin...

Sunday, October 10, 2021

BERDZIKIR TERUS MENERUS

Dari Abdullah bin Busr r.a. bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat islam telah terlalu banyak untukku, sementara usiaku sudah tua maka beritahu kepadaku sesuatu yang dapat aku pegang teguh"

Rasulullah menjawab; 

"Terus menerus lisanmu basah dengan dzikir kepada Allah". ~HR. At- Tirmidzi~

Ibnu Abbas berkata: “Allah tidak memberikan perintah fardhu kepada hamba-Nya kecuali disitu ada batas-batas yang telah ditentukan, kemudian Allah menerima uzur bagi hamba yang tidak mampu menjalankan kefardhuan. Tetapi untuk dzikir tidak. Sungguh Allah tidak memberi batasan akhir pada dzikir. Allah tidak menerima uzur pada seseorg untuk tidak berdzikir dengan alasan apapun kecuali akalnya rusak. Allah memerintahkan hamba-Nya untk berdzikir dalam keadaan apapun". 

Allah SWT berfirman: 

"Maka berdzikirlah kepada Allah dengan berdiri, dengan duduk dan dengan tiduran" ~QS4 An-Nisaa’ : 103~ 

Jika bisa terus menerus berdzikir dengan kemauan yang kuat dilakukan dengan istiqamah dan penuh kesabaran maka nama Allah SWT, akan tercetak didalam hati, merambat bergerak bersama mengalirnya darah ke sekujur tubuh bersamaan dengan fungsi ruhnya. Di saat itulah dia mencapai maqam ihsan, sebagaimana sabda Nabi SAW,  "Ihsan yaitu engkau menyembah Allah seperti engkau melihatNya"

Wednesday, August 25, 2021

MEMBERSIHKAN HATI DAN PIKIRAN

9 Cara Membersihkan Hati & Pikiran Menurut Ajaran Islam

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, pasti kita pernah mendapatkan hal yang mengusik hati dan pikiran. Sayangnya, dalam Islam, hal tersebut dapat mempengaruhi kadar keimanan seseorang.

Untuk itu, coba lakukan beberapa hal di bawah ini untuk membersihkan hati dan pikiran berdasarkan ajaran agama Islam.

1. Berzikir

Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram”. ~Qs-13 Ar-Ra’d 28~

Nah, salah satu cara untuk selalu mengingat Allah dalam hati kita adalah dengan berzikir. Jadi, jangan lupa berzikir ketika hati atau pikiranmu sedang terusik dengan hal negatif!

2. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an juga merupakan salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan hati dan pikiran.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Qur'an Surat Az-Zumar ayat 23:

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun” ~QS-39 Az Zumar : 23~

3. Shalat dengan khusyuk

Dalam Qur'an Surat Az-Zumar ayat 23, juga dijelaskan bahwa untuk membersihkan pikiran dan hati, umat muslim bisa melakukannya dengan cara mengingat Allah SWT. Salah satunya adalah dengan salat secara khusyuk. 

4. Bersilaturahmi

“Barang siapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahmi (menjalinkan hubungan baik) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezeki, ditambah umurnya dan Allah SWT memasukkan ke dalam surga~HR. Ar-Rabii~

Sebagaimana disebutkan pada hadis di atas, maka bersilaturahmilah kamu untuk meringankan suatu perkara. Bahkan, Allah SWT senantiasa memperluas rezeki, menambah umur, dan memasukkan orang yang suka bersilaturahmi ke dalam surga.

5. Berwudhu

Dari Umar r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudu dan menyempurnakan wudunya, kemudian mengucapkan, “Asyhadu an laa laaha illallaahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.” Akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” ~HR Muslim: 234~

Selain itu, terdapat hadist lain dari Abu Sa’id r.a secara marfu’ yang menyatakan,

“Barang siapa yang berwudu, lalu ia selesai dari wudunya, kemudian mengucapkan, “Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika” Allah akan menutup di atasnya (bacaan itu) dengan penutup, kemudian ia diangkat hingga ke bawah Arsy, dan tidak dibuka hingga hari kiamat.” ~HR Nasa’i dalam ‘Amal Yaul wa Lailah, hal. 147, Hakim: 1/752~

Keistimewaan Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadan, Jauh dari Azab!

6. Bersedekah

Terdapat beberapa hadis dan firman Allah SWT yang menerangkan tentang keutamaan bersedekah, termasuk dapat membersihkan hati dan pikiran. Berikut ini beberapa di antaranya:

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya” ~HR. Muslim~ 

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan salat, ia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” ~HR. Bukhari Muslim~

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” ~Qs-57 Al Hadid : 18~

7. Memaafkan kesalahan orang lain

Ibnu Katsir rahimahullahu menerangkan:

“Bila kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu maka kebaikan ini akan menggiring orang yang berlaku jahat tadi merapat denganmu, mencintaimu, dan condong kepadamu sehingga dia (akhirnya) menjadi temanmu yang dekat”

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:

“Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan jelek. Bila mereka melakukan ini maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga mereka dari (tipu daya) setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat” ~Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 4/109~

Selain itu, terdapat pula beberapa firman Allah SWT dalam Al-Qur'an yang menerangkan hal serupa, misalnya:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim” ~QS-42 Asy-Syura: 40)~

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar” ~QS-41 Fushshilat : 34-35~

8. Mengingat bahwa semua hal akan mendapat balasan dari Allah SWT

Untuk membersihkan hati dan pikiran, juga bisa dilakukan dengan selalu mengingat bahwa semua hal akan mendapat balasan dari Allah SWT. Dengan itu, kamu bisa lebih tenang karena sadar bahwa segala hal yang baik akan diberikan ganjaran yang baik pula.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Quran Surat Al Zalzalah ayat 7-8:

”Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dirinya bakal menonton (balasan)nya. Serta, barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dirinya bakal menonton (balasan)nya pula” ~QS-99  Al Zalzalah: 7-8~

9. Mengingat dosa dan kematian

Hal terakhir yang bisa membuatmu lebih tenang dan menyingkirkan pikiran buruk serta membersihkan hati adalah mengingat dosa dan kematian. Sebagaimana diterangkan dalam Quran Surat Ali Imran ayat 185

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan"  ~QS-3 Ali Imran: 185~

Itu dia sembilan cara membersihkan hati dan pikiran berdasarkan ajaran agama Islam yang tertera dalam hadis dan Al-Qur'an. Ingatlah selalu, bahwa Allah SWT senantiasa memberikan ganjaran yang baik untuk hal yang baik pula.

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

Saturday, March 12, 2016

BANGUN TIDUR MIKIRIN APA?

BANGUN TIDUR MIKIRIN APA?

Saudara dan sahabatku, bangun tidur mikirin apa? Jawabannya pasti macam-macam, ada yang mikirin kerjaan numpuk di kantor, mikirin harga dan dollar yang naik terus, mikirin utang, mikir mau kemana hari ini dll.
Semua yang dipikirkan adalah lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi. 
Rasululah shalallahu alaihi'wassalam bersabda: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya: kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yang tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi & keinginan yang tidak tercapai”. (HR. Ath Thabrani).
Karenanya tidak heran, jika dipagi hari yang cerah ini, banyak orang sudah stress, bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya, karena pikirannya hanya untuk dunia!.
Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah pada dirimu, dan bersyukhur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga 'dunia'mu.
Apa yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya? 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725).
Apa yang anda takutkan jika Allah yang Maha memiliki alam semesta ini telah menjamin hari mu?
"Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah...”
(HR. Muslim no. 163).
Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan  dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu?
"Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), & paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak, ...”   Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)
Dengann berdzikir maka  pagi mu akan menjadi lebih indah dan berseri.
“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.” 
~QS 13 - Ar-Ra’d : 28~
Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari:
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.”
(HR. Ahmad (5/286),
"Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasululloh?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan,
“Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.”
(HR. Ahmad, 5: 354)
Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.  Allahu a'lam.
Selamat pagi, selamat bersyukur, selamat menjemput rahmat dan karunia-Nya. Alhamdulillah.
Semoga hari  ini lebih  baik  dari  hari  kemarin. Saling mendoakan satu sama dengan yang lain, yang lagi tertimpa musibah atau  cobaan semoga  di  berikan kesabaran, yang hari  ini ada sakit  semoga di  berikan  kesembuhan, Semoga  Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan dan melancarkan  segala urusan.
Robbana Taqobbal Minna. Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

Semoga Bermanfaat.

Friday, June 28, 2013

PASANG SURUTNYA IMAN

Sahabat-sahabatku yang budiman, dalam ibadah haji ada satu ibadah yang disebut tawaf, yaitu gerakan mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan jarum jam sebanyak 7 kali. Hakekat dari ibadah ini adalah untuk mempertebal keimanan kita kepada Allah swt. Yang menarik, adalah bagaimanapun kuatnya seseorang, gerakannya tidak merupakan lingkaran yang sempurna.

Artinya jarak terhadap pusat Ka’bah tidak selalu sama. Ada saat dimana kita begitu dekat dengan Ka’bah, tapi tanpa terasa ada kekuatan yang mendorong kita ke pinggir, sehingga kita harus berusaha untuk kembali lagi ketengah. Yang menakjubkan adalah, ada jema’ah yang dengan susah payah dan segala tenaganya harus berusaha mendekat ke Ka’bah, tapi toh tidak berhasil.

Namun ada yang dengan santai bisa mendekat ke Ka’bah, bahkan mencium Hajar Aswad seolah-olah ada yang mendorong atau memberinya jalan. Fenomena tawaf ini lebih jelas lagi kelihatan kalau kita memperhatikan gerakan jema’ah dari lantai tiga Masjidil Haram. Coba kita perhatikan satu jema’ah, maka akan kelihatan gerakannya yang berbentuk lingkaran yang tidak menentu.

Gerakan tawaf ini sama seperti keimanan kita terhadap Allah swt, ada pasang ada surut. Suatu saat begitu khusyuk kita melakukan ibadah. Tapi di lain kesempatan begitu sulit untuk khusyuk dalam sholat, begitu sulit untuk melakukan perintahNya seakan-akan ada tarikan untuk menjauh dariNya.

Ada saat dimana begitu mudah kita titik air mata mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca oleh imam sholat Jum’at. Di waktu yang lain kita tidak merasa apa-apa. Di satu waktu kita bergetar bila mengucapkan asma Allah, tapi dilain waktu tak terasa apa-apa juga. Di satu waktu begitu rajin kita mengikuti pengajian, namun di waktu yang lain timbul kemalasan kita dan sungguh berat untuk berangkat ke tempat pengajian yang letaknya hanya beberapa rumah dari rumah kita. Di satu waktu kita begitu taat mengikuti perintahNya, namun di waktu yang lain kita justru melanggar perintah yang sama. Dulu sholat selalu tepat waktu, sekarang semakin sering kita menunda sholat. Kenapa dulu bisa sekarang jadi berat?

Ini terjadi karena godaan dunia dari hari ke hari semakin berat. Seakan-akan semakin besar kekuatan yang ingin menenggelamkan kita dalam kesibukan dan kenikmatan dunia. Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran kita dipacu untuk mengurus hal-hal non spiritual. Sebagian besar untuk urusan fisik dan materi. Mulai dari kita bangun pagi, setelah sholat beberapa menit, waktu kita habis untuk mengurus keberangkatan kita ke kantor.

Di jalan urusannya juga bisa macam-macam. Syukur-syukur bisa berdzikir sambil nyetir mobil. Sampai di kantor, urusan sudah sepenuhnya tentang kerjaan. Kerja sampai malam, pulang sudah capai, makan, sholat isya’ sebentar, lalu tidur yang bisa lelap sampai esoknya. Suatu rutinitas yang membosankan tapi toh kita kerjakan terus. Kalau demikian adakah waktu kita untuk meningkatkan iman kita? Adakah waktu untuk menyiram iman kita yang semakin gersang karena kurang mendapat siraman rohani?

Jawabannya; ada, kalau kita mau!! Masalahnya adalah kita membiarkan diri kita tenggelam dalam rutinitas seperti itu. Bukankah kita mengenal time manegement, di mana kita bisa mengelola waktu yang sedikit itu untuk berbagai hal yang esensial buat kehidupan kita? Kalau kita mau, sekali lagi, kalau kita mau maka pasti ada waktu dan cara untuk membuat keimanan kita semakin tebal. Siapa suruh kita kerja sampai malam? Siapa suruh anda menunda sholat? Siapa suruh anda tidak ngaji? Itu kan semua berasal dari hati nurani kita sendiri yang enggan melakukan hal yang sebetulnya bisa. Nah jadi usaha pertama adalah meningkatkan kemauan ini. Kemauan untuk mengatur waktu, sehingga ada keseimbangan antara urusan materi dan spiritual.

Usaha lain untuk membuat iman kita tetap pasang, adalah meng-conditioning tempat kerja kita dengan kemudahan atau setidaknya mengingatkan kita untuk melakukan kegiatan spiritual.

Sediakan sejadah di ruang kerja yang setiap waktu bisa dipakai. Jangan lupa sandal untuk wudhu. Lebih bagus lagi kalau ada Al-Qur’an, Juz-amma dan buku “Bahan Renungan Kalbu” plus ”Sentuhan Kalbu melalui Kultum”-nya Kang Dedet di laci paling atas. Pasang satu panel kecil di dinding ruang kerja yang mengingatkan kita kepada Allah swt., misalnya panel yang berisi Asmaul Husna. Kalau ada radio di ruang kerja, pasanglah stasiun radio yang bernafaskan Islam, karena sekali-sekali ditayangkan terjemahan dan tafsir ayat Al-Qur’an atau hadits yang bermanfaat buat kegiatan kita sehari-hari.

Ikutilah ceramah subuh di berbagai stasiun TV. Kita tinggal pilih mana yang mau di dengar. Di mobilpun kita bisa pasang kaset-kaset atau CD ceramah atau kuliah para ustadz seperti Aa Gym atau Zaenuddin MZ, bahkan lagu qasidah sekarang juga disamping mengandung pesan spiritual yang bermanfaat juga enak untuk dinikmati. Ini semua meng-conditioning kita ke arah spiritualitas.

Keimanan kita bisa mantap dengan terus melakukan dzikrullah dimana dan kapanpun sempat. Mengingat Allah adalah salah satu kunci keimanan kita. Berdzikir akan mendorong kita untuk melakukan ibadah-ibadah lain sesuai perintahNya. Berdzikir juga akan memudahkan kita meluangkan waktu untuk melakukan ibadah-ibadah itu. Tanpa terasa kita akan mengutamakan sholat dan ibadah-ibadah lainnya. Dengan dzikir, kita akan meninggalkan kerja atau rapat sejenak untuk sholat, bilamana memang waktunya telah tiba. Dengan dzikir kita bisa memaksakan untuk menghentikan aktifitas kerja hari itu untuk pergi ke tempat pengajian atau melaksanakan aktifitas spiritual lainnya.

Nah, semuanya itu tergantung dari hati kita. Sekuat apa kemauan hati kita untuk dekat dengan Allah dan menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Sama seperti usaha kita saat bertawaf. Kita perlu usaha yang keras agar bisa dekat dengan Ka’bah dan tidak membiarkan kekuatan lain mendorong kita ketepi. Modalnya sama; kemauan dan tekad yang besar. Sungguh ada untungnya kita proaktif mendekatkan diri kita pada Allah swt, sebagaimana digambarkan dalam hadits dibawah ini:

“Aku selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya ketika ia berdzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalam jiwanya, maka Akupun mengingatnya di dalam Zat-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di tempat yang ramai, Akupun mengingatnya di tempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Akupun akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Akupun akan mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Akupun akan datang kepadanya dengan berlari cepat.” ~ Hadits Qudsi ~

Semoga kita senantiasa menjadi orang yang beriman mantap. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.

Kepustakaan: 1. Al-Qur’an, 2. Bahan Renungan Kang Dedet
Filename: THINK53-Pasang surutnya iman - Jkt, 06/01/2002, Re-edited: 8 September 2009, Ramadhan 1430 H - Copyright 2009 © Bambang Irawan