Showing posts with label bersyukur. Show all posts
Showing posts with label bersyukur. Show all posts

Monday, October 25, 2021

MARI MASUK SURGA

Oleh : Bakrim Maas

Nabi pernah bersabda, "Setiap umatku akan masuk surga, kecuali mereka yang enggan. Sahabat bertanya, Ya Rasulullah, siapakah yang enggan itu ? Nabi menjawab, "Yang mendurhakai aku dan tidak taat kepadaku".

Ingat, surga itu diciptakan Allah bukan untuk dikosongkan, tapi untuk diisi. Bahkan Allah tunjukkan, bagaimana cara memasuki surga itu. Salah satunya dalam surat Al-Fajr ayat 27-30.

يايتها النفس المطمؤنة ارجعي الى ربك راضية مرضية فادخلي في عبادي وادخلي جنتي

"Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu. Ridholah agar Allah meridhoimu. Maka bergabunglah bersama hambaKu (yang sholeh). Dan masuklah ke dalam surgaKu. ~QS89 - Fajr:27-30~

Dari firman Allah ini ada empat langkah menuju surga Allah :

Pertama, 

يايتهازالنفس مطمؤنة

yang dipanggil masuk surga itu jiwa yang tenang. Bagaimana agar jiwa kita jadi tenang :

1. Banyak berdzikir.

الا بذكرالله تطمؤن القلوب

Ketahuilah, dengan berzikir kepada Allah hatimu akan tenang. Maka perbanyaklah berzikir.

2. Hati yang selalu bersyukur.

وان تشكروا يرضه لكم

Dan jika engkau bersyukur Allah ridho denganmu. Ridho Allah mendatangkan jiwa yang tenang. Jangan pernah berhenti bersyukur.

3. Hati yang bersabar.

 و الله يحب الصابرين

Dan Allah mencintai orang2 yang sabar. Orang2 yang dicintai Allah jiwanya tenang. Mari selalu kita sabar menghadapi hidup ini.

4. Hati yang bertawakkal.

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Termasuk kebutuhan jiwa yang tenang. Tawakkal itu artinya mari serahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah.

5. Memberikan makan yang cukup untuk jiwa. Makanan jiwa itu bersifat spiritual, seperti : baca Al Qur'an, zikir, sholawat, puasa dan sholat sunat, istighfar, sedekah, menolong orang lain, berbuat baik, dll. Jangan pernah biarkan jiwa kita kosong dan kelaparan. Selalu beri makan yang cukup.

Kedua,

ارجعي الى ربك

Kembalilah kepada Tuhanmu.

Kembali disini ada dua pengertiannya :

1. Kembali dalam artian tobat. Dulu waktu lahir kita suci/fitrah. Kemudian selama hidup di dunia berbuat dosa. Maka agar kembali bersih, bertobatlah. Tobat itu artinya kembali.

2. Kembali dalam artian plg menuju Allah/akhirat.

انا لله و انا اليه راجعون

Sesungguhnya kita datang dari Allah dan akan kembali kepada Nya. Arahkan hidup kita ke Allah/akhirat. Caranya : apapun yang kita lakukan, pertimbangkan akhiratnya. Kalau akan merugikan akhirat, tinggalkan.

Ketiga,

راضية مرضية

Ridholah dengan Allah, maka Allah akan meridhoimu.

Ridho disini ada dua pengertiannya :

1. Ridho dengan semua takdir Allah. Apapun yang Allah tetap/takdirkan untuk kita, semuanya kita ridho/kita suka.

2. Ridho yang kedua artinya niat kita melakukan apapun juga hanya ikhlas mencari ridho Allah.

ان الصلاة و نسكي ومحياي ومما تي لله رب العالمين

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya ikhlas mencari ridho Allah, Rabb seluruh alam.

Kalau kita sudah ridho, maka Allah akan meridhoi kita

(مرضية).

رضي الله عنهم ورضوا عنه

Allah akan ridho kepada mereka, kalau mereka ridho kepada Allah.

Keempat, 

Bergabunglah bersama hambaKu yang sholeh

 (فادخلي في عبادي)

Hamba2 Allah yang sholeh adalah para Nabi. Maka bergabunglah dengan mereka. Caranya, teladani mereka.

Cara bergabung dengan Ibrahim AS. maka korbankanlah harta/anak untuk Allah.

Bergabunglah dengan nabi Muhammad SAW, caranya tebarkan kasih sayang dimanapun berada.

وما ارسلناك الا رحمة للعالمين

Tidak kami utus engkau (Muhammad) kecuali menebarkan kasih sayang di seluruh alam.

Bergabung dengan nabi Ayub, sabarlah menghadapi cobaan dan penyakit.

Bergabunglah dengan nabi Nuh AS. dengan sabar menghadapi ketidak-taatan anak dan isterinya. Dan bergabunglah seterusnya dengan nabi2 lainnya.

Akhirnya, setelah melewati empat langkah itu, baru Allah berkata,

 وادخلي جنتي

Sekarang masuklah kedalam surga-Ku.

Itulah jalan masuk menuju surga Allah. Semoga kita semua, masuk ke dalam surga Allah.

Aamiin ya rabbal'alamiin...

Tuesday, June 5, 2018

JANGAN BERSEDIH BILA ADA MASALAH

JANGAN BERSEDIH BILA ADA MASALAH
Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Thalib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali menjawab, “Aku akan bertanya 2 pertanyaan dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Ali bin Abi Thalib.
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Ali bin Abi Thalib
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali berkata,“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia… Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan…
Tersenyumlah! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi Thalib meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari. Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara Allah berfirman, “Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur” ~QS 3 - Ali Imran : 144~
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman, “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” ~QS 39 - Az-Zumar : 10~
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT.
Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh : "Ohh masalahku begitu besar.
Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya Allah sebagai pelindungku, yang Maha Melihat, yang Maha Mendengar, Lagi Maha Mengetahui.
"JADI..JANGANLAH BERSEDIH DAN MENGELUH"
Semoga hari ini kita selalu diberikan kesehatan lahir dan batin dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal MinnaYa Allh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Thursday, October 12, 2017

BERKUNJUNGLAH KE RUMAH SAKIT

BERKUNJUNGLAH KE RUMAH SAKIT
Oleh : Yadin Burhanudin

Sekali waktu sempatkanlah Anda untuk berkunjung ke Rumah Sakit. Di sana Anda akan menemukan orang-orang yang nasibnya tidak seberuntung Anda.
Masuklah ke ruang ICU. Lihat, Anda akan menyaksikan pasien yang sedang berjuang mempertahankan nyawanya.
Mereka terlihat sangat lemah, sehingga hidupnya dibantu berbagai macam peralatan.
Mulai dari peralatan monitor untuk memantau denyut nadi dan jantung serta pernapasan. Mulut dipasang selang untuk memasukkan bahan nutrisi. 
Di hidungnya terpasang selang untuk mengalirkan oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Selang lainnya terpasang untuk mengeluarkan urine, cairan lambung dari bagian tubuh lain.
Jika mereka sadar mungkin mereka dihantui ketakutan akan malaikat maut yang siap siaga menjemputnya.
Bandingkan dengan Anda saat ini. Hidup Anda relatif tidak dibantu alat apapun. Bernapas dengan leluasa di alam bebas tanpa harus dibantu oksigen.
Jantung berdegup dengan normal tanpa bantuan alat. Sehingga Anda bisa beraktifitas dengan leluasa. Berkumpul dengan keluarga. 
Jalan-jalan ke mall. Wisata kuliner mencari makanan yang Anda favoritkan. 
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Tengok pula ruang Kemoterapi. Di sana Anda akan menyaksikan pasien-pasien yang tengah berjuang dengan penyakit kankernya. 
Lihatlah wajah-wajah mereka. Tidak ada keceriaan. Tubuh mereka terlihat kurus. Kulit mereka relatif menghitam, sementara rambut mereka semakin hari semakin menipis.
Bandingkan dengan Anda. Kini mungkin Anda sedang berdandan di depan cermin sambil bersenandung. 
Siap-siap jalan-jalan bersama teman mencari tempat yang cocok untuk ber-swa foto. 
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Kunjungi pula ruang Hemodialisa. Di sana puluhan pasien berjejer berbaring di ranjang dengan tangan terikat selang. 
Mesin hemodialisa sedang menggantikan peran ginjal mereka yang tidak berfungsi alias gagal ginjal. 
Mereka bolak-balik ke Rumah Sakit seminggu dua kali selama seumur hidup. Di luar itu, mereka tidak bebas makan dan minum seperti orang sehat.
Bandingkan dengan hidup Anda. Ginjal anda berfungsi dengan normal tanpa bantuan apapun dan siapa pun. 
Anda pun leluasa memakan dan meminum apa saja. Tidak seperti pasien gagal ginjal. Minum tidak boleh sesuka hati. Makan buah-buahan menyebabkan sesak nafas.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Tengok pula ruang rawat inap...
Di sana Anda akan menemukan pasien beraneka macam penyakit. Mulai dari pasien yang sesak napas, susah buang air besar, stroke, jantung, diabetes, hingga pasien yang mengalami penyakit berat seperti radang paru-paru, kanker, hingga bocor jantung.
Dan terakhir, jangan lupa Anda tengok juga ke bagian administrasi. Anda akan menyaksikan keluarga pasien menyerahkan uang jutaan bahkan puluhan jutaan rupiah sebagai biaya pengobatan salah satu anggota keluarganya. 
Wallahu a’lam, mungkin uang yang diserahkan ke pihak rumah sakit itu hasil tabungan selama bertahun-tahun ataupun uang pinjaman.
Terlihat wajah ambigu mereka setelah menyelesaikan administrasi. Di satu sisi gembira karena anggota keluarganya bisa pulang ke rumah. 
Namun di sisi lain sedih karena kehilangan uang yang tidak sedikit jumlahnya.
Bandingkan dengan Anda... Uang anda mungkin kini aman di dompet atau bank sehingga dengan leluasa bisa Anda gunakan untuk keperluan apapun.
 “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Sungguh, orang-orang yang sehat harus benar-benar bersyukur atas kesehatan yang Allah berikan kepada kita. 
Dan pasien-pasien yang kini berada di Rumah Sakit lah yang akan mengingatkannya. 
Dengan menyaksikan orang-orang yang kini terbaring di rumah sakit ini selayaknya hati kita tergugah untuk benar-benar tunduk dengan ayat-ayat-Nya dalam surah Ar Rahmaan yang disebutkan sebanyak 31 kali
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77 ~
Semoga kita selalu sehat, menjadi ikhtiar dan syukur kita semua menuju dan menjaga kesehatan diri yang Allah SWT berikan.
Aamiin...
Fabiayyi aaalaaa irobbikum maatukazzibaaan...
Nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan, maka bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang masih memberikan kesehatan kepada kita.
Subhanallah...

Semoga bermanfaat

Friday, May 9, 2014

MENSYUKURI SEGALA HASIL IKHTIAR

MENSYUKURI SEGALA HASIL IKHTIAR


Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh saudara-saudaraku yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala, tawakkal ialah sebuah keharusan untuk selalu berserah diri kepadaNya, saat segala ikhtiar telah dilaksanakan secara maksimal, di saat tengah menghadapi suatu kepentingan ataupun ketika berada dalam kesulitan

Tawakkal merupakan sikap pasrah diri setelah usaha dan kerja keras dilakukan untuk menggapai suatu tujuan. Allah berfirman:

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepadaNyalah dikembalikan semua urusan, maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhan-mu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan” ~ QS 11 – Huud : 123 ~

Adapun wujud dari sebuah ketawakkalan adalah:

#1 - Senantiasa bersandar kepada-Nya setelah ikhtiar secara maksimal sesuai dengan potensi diri, karena apapun hasilnya pasti adalah yang terbaik bagi kita. Allah berfirman:
 
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” ~ QS 2 – Al Baqarah : 216 ~

#2 - Senantiasa berserah diri kepada-Nya dalam segala urusan. Firman Allah:

Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” ~ QS 5 – Al Maa-idah : 23 ~

#3 - Berdoa setelah berikhtiar seraya mengikuti semua perintahNya yang termaktub dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segalah perintah-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku” ~ QS 2 – Al Baqarah : 186 ~

#4 - Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk di kehidupan dunia ini. Allah berfirman:

Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” ~ QS 27 – An-Naml : 77 ~

#5 - Mensyukuri apapun hasil dari semua usaha kita, meskipun tidak sesuai dengan harapan. “Bukan kebahagiaan yang menjadikan bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita bahagia.

Semoga kita semua selalu mensyukuri apapun hasil dari semua ikhtiar dan kerja keras kita, karena hanya kepadaNyalah dikembalikan segala urusan. Aamiin ya Rabbal’aalamiin

Semoga bermanfaat, mari terus berbagi kebaikan

Wassalam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, Jum’at, 9 Mei 2014

Friday, September 6, 2013

11 HAL YANG HARUS KAMU INGAT SEBELUM MENGELUH

11 HAL YANG HARUS KAMU INGAT SEBELUM MENGELUH


1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan  jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

ﻓﺒﺄﻱ ﺍﻻﺀ ﺭﺑﻜﻤﺎ ﺗﻜﺬﺑﺎﻥ
(Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustai ?)

Maka bersyukurlah.. Alhamdulillahi Rabbil’alamiin..

Insya Allah Bermanfaat

Thursday, June 14, 2012

APAKAH KITA TELAH BERSYUKUR?

Bismillahirrohmanirrohiim

Indonesia dikenal sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi, subur tanahnya dan kaya kandungan minyak dan gas bumi dengan hasil melimpah ruah pula. Tapi mengapa rakyat Indonesia belum bisa sejahtera hidupnya?

Orang asing kenal Indonesia karena “Islands of spices”nya, sawah-sawah hijau yang menghampar di kaki gunung sehingga mereka perlu menjajah tanah air kita selama 3,5 abad untuk menggali kekayaan alam ini. Dalam hal kekayaan alam sebagai anugrah dan karunia Allah swt, sesungguhnya rakyat Indonesia sangat dimanja oleh Allah swt.

Keterpurukan kita dalam berbagai hal, musibah yang silih berganti, kekerasan antar kelompok yang terus mengemuka mungkin merupakan ayat Allah sebagai akibat dari kurangnya rasa syukur kita yang cenderung untuk menelantarkan dan mengingkari nikmatNya. Allah berfirman :

Dan ingatlah juga tatkala Rabb-mu memaklumkan,
 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu,
 dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
~ Ibrahim – QS 14 : 7 ~

Bersyukur menurut definisi dari Bang Imaduddin, ialah memanfaatkan karunia Allah untuk sebesar-besarnya kemakmuran ummat. Bersyukur bukanlah semata-mata pelafalan kata “alhamdulillah”, namun bersyukur lebih merupakan tindakan kongkrit untuk mengelola karunia Allah, dalam hal ini kekayaan alam, untuk sebaik-baiknya kemakmuran ummat.

Tanda-tanda Gusti Allah untuk Bangsa Indonesia

Adanya tanah yang subur, dimana tongkat bisa jadi tanaman, bukankah ini merupakan tanda Allah agar kita lebih mendalami bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan dengan  mengembangkan agribisnis? Padang rumput yang hijau luas menghampar, bukankah merupakan isyarat Allah bahwa kita harus bertumpu pada peternakan?

Sebagai negara kepulauan dimana 60% dari wilayah kita adalah lautan, bukankah ini juga merupakan tanda-tanda Allah agar kita menekuni dan mengandalkan keahlian kelautan, misalnya perikanan, pembuatan kapal, industri hasil laut dsb?

Pemandangan alamnya yang indah yang ada dimana-mana seperti danau, gunung berapi, pantai, air terjun dan hutan tropis dan lain sebagainya, bukankah merupakan anugrah Allah di bidang pariwisata yang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya? 

Hasil tambang yang ada di perut bumi seperti minyak-bumi, emas, perak, uranium, timah, bauksit, biji besi dan lain-lainnya bukankah merupakan ayat Allah agar kita mendalami ilmu tentang pertambangan dan menganjurkan kita untuk menguasai teknologi penambangannya?

Kelihatannya kita benar-benar buta melihat ayat-ayat Allah ini, padahal Allah telah menitahkan dalam Al-Qur’an agar senantiasa membaca alam untuk kemaslahatan kita bersama.

Allah berfirman:

Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap
 dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu
supaya kamu mendapat petunjuk.
~ Az-Zukhruf – QS 43 : 10 ~

Tidakkah mereka memperhatikan burung2 yang dimudahkan terbang di angkasa bebas.
Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang yang beriman
~ An-Nahl – QS 16 : 79 ~

Coba kita tengok beberapa pengingkaran kita. Beribu hektar hutan tropis di Kalimantan dibakar atau dibiarkan terbakar tanpa usaha yang sungguh-sungguh untuk memadamkannya. Pembabatan hutan jalan terus tanpa melakukan reboisasi.

Sebagai negara bahari, nelayan kita selalu kalah dengan kapal trawl dan dibiarkan miskin dan bodoh. Industri perikanannya jauh ketinggalan. Bikin kapal sendiri masih langka, padahal sudah lama kita mengklaim bangsa kita sebagai bangsa bahari (masih ingat lagu “nenek moyangku orang pelaut……..?”). Industri perikanan kita sebagian besar masih hanya sampai tingkat pembuatan ikan asin belaka. Industri pengolahan ikan modern dapat dihitung dengan jari dan sebagian kepemilikannya adalah orang asing (Jepang & Korea).

Di Cianjur (terkenal karena berasnya) dan di berbagai tempat lain, sawah subur berhektar-hektar akan dijadikan kompleks perumahan dan pusat perdagangan. Di tempat lain, sawah dijadikan lapangan golf atau hotel. Belum lagi sawah yang dibebaskan oleh pengembang namun dibiarkan menjadi lahan tidur selama bertahun-tahun. Kita diberi tanah yang luas, tapi tetap ngotot untuk bikin kondominium yang mewah. Kontradiktif sekali dengan keengganan kita untuk membangun rumah-rumah sederhana di tanah yang luas itu untuk memenuhi hajat ummat dengan kemampuan keuangan terbatas.

Sumber minyak bumi banyak, tapi kita tidak bisa mencari lokasinya dan mengolahnya. Lebih baik dikerjakan oleh bangsa asing yang sudah ahli. Hanya saja, masyarakat harus membeli “minyak jadi”nya, seperti bensin, minyak tanah dsb dengan harga tinggi. Ibaratnya, kita tanam pisang, orang lain yang memetik pisangnya, menggoreng dan menjual pisang gorengnya kepada kita.

Sungguh sikap yang bodoh dan merupakan pengingkaran senyata-nyatanya, karena kita tidak mau menggunakan akal yang dikaruniakan Allah swt kepada kita. Kita benar-benar khufur nikmat. Allah berfirman :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
 pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
Tetapi merekan mendustakan ayat-ayat Kami.
 Maka Kami  siksa mereka disebabkan perbuatannya.
~ Al-A’raaf – QS 7 : 96 ~

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram; rezekinya datang kepadanya dengan melimpah ruah dari segenap penjuru, tetapi (penduduknya) mengingkari (kufur) nikmat-nikmat Allah. Karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh apa yang mereka perbuat.
~ An-Nahl – QS 16 : 112 ~

Allah telah menetapkan kehendaknya menurut firman-firmanNya diatas. Yang benar-benar kita harapkan saat ini ialah agar pemimpin bangsa dan pengelola negara ini, tidak buta membaca ayat-ayat Allah yang jelas dan nyata ini. Jangan sampai lagi terulang kita menjadi ummat yang tidak mensyukuri nikmatNya.

Masih ingat kisah Siti Hajar yang mondar-mandir mencari air di tengah bukit tandus bebatuan untuk meminumi anaknya Ismail yang menangis karena haus? Berkat perlindungan dan kebesaran Allah swt, akhirnya air memancar dari batu-batuan. Siti Hajar sangat mensyukuri nikmatNya dan memelihara mata air ini dengan baik.

Mata air itu, yang kini di kenal dengan sumur Zam-zam, tetap terpelihara sepanjang peradaban manusia mulai dari Nabi Ibrahim as. sampai saat ini. Pemeliharaan mata air itu merupakan suatu perwujudan dari ungkapan rasa syukur manusia atas karunia Allah itu. Kita perlu meniru bangsa Arab dalam hal bersyukur ini. Bangsa Arab mensyukuri pemberian Allah secara konsisten, walau wujudnya hanya berupa mata air, sehingga air Zam-zam bisa membawa berkah bagi berjuta-juta ummat muslim dari seluruh dunia.

Bangsa Indonesia seharusnya bisa belajar mensyukuri pemberian Allah yang berupa kekayaan alam yang sedemikian banyak. Dari kisah Siti Hajar itu, kita ambil hikmahnya bahwa Allah akan melimpahkan rizkiNya setelah kita berikhtiar, berusaha tanpa kenal lelah, seperti Siti Hajar mencari air yang nyaris mustahil di kegersangan tanah Arab.

Kita telah kurang keras berikhtiar dan kurang bersungguh-sungguh memanfaatkan karunia Allah swt. Percuma bangsa kita punya kekayaan alam, tapi kita tidak mau berpikir bagaimana memanfaatkannya untuk kemaslahatan semua ummat, bukan untuk diri sendiri seperti yang terjadi sebelumnya.

Nah, bagaimana mengenai diri kita sendiri sebagai individu? Apakah kita benar-benar telah mengetahui kelebihan yang ada pada diri kita, kemudian mensyukurinya dengan mengamalkan kelebihan itu untuk meningkatkan amal saleh? Hal ini patut dan sungguh perlu kita renungkan!

Latihan bersyukur:

Uwes Al-Qorni dalam bukunya “60 Penyakit Hati” memberikan petunjuk bagi kita dalam melatih diri untuk bersyukur. Berikut beberapa kiatnya:

1.     Bandingkanlah rezeki kita dengan rezeki orang yang berada di bawah kita, dan bandingkanlah amal akhirat dengan amal orang yang di atas kita.

2.     Senantiasa mensyukuri nikmat sekecil apapun. Orang yang tidak mensyukuri nikmat yang kecil, tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang besar. Rasulullah bersabda: “Orang yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak”

3.     Bersikap bijaksana dalam memahami ketentuan Allah; sebagai nikmat atau sebagai bencana. Tujuannya agar kita tidak salah dalam menentukan tindakan: bersyukur atau bersabar.

4.     Membiasakan mengingat kebaikan orang lain sekecil apapun, dan melupakan kejelekannya sebesar apapun. Orang yang tidak dapat berterima kasih atas kebaikan orang lain, tidak akan dapat mensyukuri nikmat dari Allah sebagaimana sabda Nabi: “Orang yang tidak bersyukur kepada manusia, tidak akan dapat bersyukur kepada Allah”

5.     Mengatur seluruh tindakan kita sesuai dengan etik Islam dan tata pergaulan antara sesama, khususnya antara sesama muslim.

Akhirnya, marilah kita doakan agar kita dan para pemimpin bangsa ini menyadari dan memperbaiki kesalahan dimasa lalu. Aamiin, Ya Robbal’alamiin

Bagaimana pendapat Anda?

Tulisan: H. R. Bambang Irawan