Showing posts with label tuhanmu. Show all posts
Showing posts with label tuhanmu. Show all posts

Wednesday, March 7, 2018

BERIMAN KEPADA ALLAH

BERIMAN KEPADA ALLAH
CATATAN 1:
BERIMAN KEPADA ALLAH, PARA RASUL DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN SEBELUM MUHAMMAD.
Sesungguhnya masing-masing Rasul memiliki kitab (Al Qur’an, Zabur, Taurat dan Injil) dan para pengikutnya. Dan kita diperintahkan untuk beriman kepada Allah, para Rasul dan Kitabnya masing-masing. Yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya yang lain sesungguhnya termasuk golongan kafir dan sesat.
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” ~ QS (4) An Nisaa’ : 136 ~
Surat dan ayat lainnya: QS (2) Al Baqarah : 136, QS (2) Al Baqarah : 285, QS (3) Ali Imran : 84, QS (4) An Nisaa’ : 150-151
CATATAN 2:
SEKEDAR MENGINGATKAN, KARENA BANYAK YANG LUPA, BAHKAN BELUM TAHU: Sebelum ruh kita (berlaku bagi seluruh Bani Adam alias semua keturunan Adam) ditiupkan ke dalam jasad kita, ruh kita telah bersaksi kepada Allah, bahwa hanya Allah adalah Tuhan kita. Maka, jangan kita ingkari kesaksian ini di dunia sekarang dan di akhirat nanti.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”  ~ QS (7) Al A’raaf : 172 ~

Thursday, October 12, 2017

BERKUNJUNGLAH KE RUMAH SAKIT

BERKUNJUNGLAH KE RUMAH SAKIT
Oleh : Yadin Burhanudin

Sekali waktu sempatkanlah Anda untuk berkunjung ke Rumah Sakit. Di sana Anda akan menemukan orang-orang yang nasibnya tidak seberuntung Anda.
Masuklah ke ruang ICU. Lihat, Anda akan menyaksikan pasien yang sedang berjuang mempertahankan nyawanya.
Mereka terlihat sangat lemah, sehingga hidupnya dibantu berbagai macam peralatan.
Mulai dari peralatan monitor untuk memantau denyut nadi dan jantung serta pernapasan. Mulut dipasang selang untuk memasukkan bahan nutrisi. 
Di hidungnya terpasang selang untuk mengalirkan oksigen sebagai alat bantu pernapasan. Selang lainnya terpasang untuk mengeluarkan urine, cairan lambung dari bagian tubuh lain.
Jika mereka sadar mungkin mereka dihantui ketakutan akan malaikat maut yang siap siaga menjemputnya.
Bandingkan dengan Anda saat ini. Hidup Anda relatif tidak dibantu alat apapun. Bernapas dengan leluasa di alam bebas tanpa harus dibantu oksigen.
Jantung berdegup dengan normal tanpa bantuan alat. Sehingga Anda bisa beraktifitas dengan leluasa. Berkumpul dengan keluarga. 
Jalan-jalan ke mall. Wisata kuliner mencari makanan yang Anda favoritkan. 
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Tengok pula ruang Kemoterapi. Di sana Anda akan menyaksikan pasien-pasien yang tengah berjuang dengan penyakit kankernya. 
Lihatlah wajah-wajah mereka. Tidak ada keceriaan. Tubuh mereka terlihat kurus. Kulit mereka relatif menghitam, sementara rambut mereka semakin hari semakin menipis.
Bandingkan dengan Anda. Kini mungkin Anda sedang berdandan di depan cermin sambil bersenandung. 
Siap-siap jalan-jalan bersama teman mencari tempat yang cocok untuk ber-swa foto. 
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Kunjungi pula ruang Hemodialisa. Di sana puluhan pasien berjejer berbaring di ranjang dengan tangan terikat selang. 
Mesin hemodialisa sedang menggantikan peran ginjal mereka yang tidak berfungsi alias gagal ginjal. 
Mereka bolak-balik ke Rumah Sakit seminggu dua kali selama seumur hidup. Di luar itu, mereka tidak bebas makan dan minum seperti orang sehat.
Bandingkan dengan hidup Anda. Ginjal anda berfungsi dengan normal tanpa bantuan apapun dan siapa pun. 
Anda pun leluasa memakan dan meminum apa saja. Tidak seperti pasien gagal ginjal. Minum tidak boleh sesuka hati. Makan buah-buahan menyebabkan sesak nafas.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Tengok pula ruang rawat inap...
Di sana Anda akan menemukan pasien beraneka macam penyakit. Mulai dari pasien yang sesak napas, susah buang air besar, stroke, jantung, diabetes, hingga pasien yang mengalami penyakit berat seperti radang paru-paru, kanker, hingga bocor jantung.
Dan terakhir, jangan lupa Anda tengok juga ke bagian administrasi. Anda akan menyaksikan keluarga pasien menyerahkan uang jutaan bahkan puluhan jutaan rupiah sebagai biaya pengobatan salah satu anggota keluarganya. 
Wallahu a’lam, mungkin uang yang diserahkan ke pihak rumah sakit itu hasil tabungan selama bertahun-tahun ataupun uang pinjaman.
Terlihat wajah ambigu mereka setelah menyelesaikan administrasi. Di satu sisi gembira karena anggota keluarganya bisa pulang ke rumah. 
Namun di sisi lain sedih karena kehilangan uang yang tidak sedikit jumlahnya.
Bandingkan dengan Anda... Uang anda mungkin kini aman di dompet atau bank sehingga dengan leluasa bisa Anda gunakan untuk keperluan apapun.
 “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan ~
Sungguh, orang-orang yang sehat harus benar-benar bersyukur atas kesehatan yang Allah berikan kepada kita. 
Dan pasien-pasien yang kini berada di Rumah Sakit lah yang akan mengingatkannya. 
Dengan menyaksikan orang-orang yang kini terbaring di rumah sakit ini selayaknya hati kita tergugah untuk benar-benar tunduk dengan ayat-ayat-Nya dalam surah Ar Rahmaan yang disebutkan sebanyak 31 kali
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” ~ QS (55) – Ar Rahmaan : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77 ~
Semoga kita selalu sehat, menjadi ikhtiar dan syukur kita semua menuju dan menjaga kesehatan diri yang Allah SWT berikan.
Aamiin...
Fabiayyi aaalaaa irobbikum maatukazzibaaan...
Nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan, maka bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang masih memberikan kesehatan kepada kita.
Subhanallah...

Semoga bermanfaat