Saturday, December 1, 2012

AL-QUR’AN TENTANG AL-QUR’AN

AL-QUR’AN TENTANG AL-QUR’AN

Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai solusi atas konflik yang terjadi atas manusia. Dikatakan bahwa manusia selalu berselisih (QS 2 – Al Baqarah : 213), sehingga diperlukan suatu Kitab berisi petunjuk bagaimana menyelesaikan berbagai perselisihan itu.

Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca Al Qur’an (
QS 29 – Al Ankabuut : 45) yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk memberikan kemampuan kepada umat manusia tentang bagaimana cara menyelesaikan berbagai konflik di muka bumi ini.

Mari kita simak beberapa Surat dan Ayat Al Qur’an yang berbicara tentang Al-Qur’an sendiri, yang menjelaskan dan memperkuat pentingnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia agar bisa hidup tentram dan damai serta mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

  • AL QUR’AN adalah kalimat Allah yang sempurna, yang benar dan adil (QS 6 – Al An’aam : 115)
  • AL QUR’AN adalah jalan yang lurus yang kita diperintahkan untuk mengikutinya karena merupakan kitab yang diberkati (QS 6  - Al An’aam : 153 -155)
  • AL QUR’AN adalah pedoman bagi manusia (bukan hanya bagi kaum muslim) dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi yang meyakininya (QS 45 – Al Jaatsiyah :  20)
  • AL QUR’AN adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang yang bertaqwa (QS 3 – Ali Imran : 138)
  • AL QUR’AN tidak lain adalah peringatan bagi seluruh umat (QS 68 – Al Qalam : 52)
  • AL QUR’AN diturunkan dengan berangsur-angsur dan bagian demi bagian agar manusia dapat menyerap inti sarinya (QS 17 – Al Israa’ : 106)

Apa yang dapat kita simpulkan dari surat dan ayat-ayat Al Qur’an di atas?

Konflik di tanah air bahkan di seluruh muka bumi yang semakin sering terjadi adalah karena ada sekelompok manusia yang tidak mau berpaling kepada Al Qur’an sebagai petunjuk menuju kehidupan antar manusia yang damai, bersahabat dan didasari atas cinta kasih antara sesama umat.

Ada sekelompok orang yang merasa pintar dan membuat hukum sendiri yang pada akhirnya menjadi ketidak adilan bagi kelompok yang lain. Selama hukum positif tidak mempertimbangkan dan atau merujuk Al Qur’an sebagai hukum yang berasal dari Allah, Sang Pencipta manusia, maka manusia akan senantiasa dilanda pertikaian dan perselisihan.
Semoga keadaan ini cepat berubah... Aamiin ya Rabbal’aalamiin 

Dari Majelis Pengajian Masnaga dengan narasumber AA Diaz Genaldi

Bekasi, 29 September 2012

No comments:

Post a Comment