Friday, November 27, 2015

JIHAD FISABILILLAH

JIHAD FISABILILLAH

A’udzubillaahi minasy syaithon nirrojiim
Bismillaahir rohmaanir rohiim

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh


Jihad lebih sering dipersepsikan sebagai perang fisik melawan kaum kafir atau simbol-simbolnya dan di asosiasikan dengan kaum muslim berhaluan ‘keras’ yang tidak suka berkompromi dengan orang-orang kafir atau kekafiran. Padahal pengertian JIHAD jauh lebih luas dari itu dan jauh dari konotasi kekerasan yang timbul di masyarakat umum.

Kedudukan Jihad dalam Islam

Kalau Islam diumpamakan sebagai sebuah rumah yang berdiri kokoh, ia memiliki fondasi = keimanan, tiang = shalat, puasa dan rukun Islam lainnya, isinya = cara hidup seorang muslim yang soleh dan sistim pengamanan sebagai pertahanan terhadap hal-hal buruk = JIHAD.

Jihad adalah esensi dari kegiatan amal ma’ruf nahii munkar kaum muslim. Kata jihad berasal dari juhd = mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaga. Dari jahd = adanya kesulitan yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh. Juga ada kata jihah yang artinya perang.

Secara terminology Jihad = mencurahkan segala kemampuan untuk melawan musuh dan memeranginya. Yang disebut ‘musuh’ dalam pandangan Islam ada 5, yaitu:

#1 - Hawa nafsu  

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” ~ QS 79 – An-Naazi’aat : 40 – 41 ~

#2 - Penghalang kebaikan dan pelanggar ajaran Islam

... mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah  bagi Allah~ QS 33 – Al Ahzab : 19 ~

#3 - Orang-orang munafik

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih~ QS 4 – An Nisaa’ : 138 ~

#4 - Orang-orang kafir

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk  isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” ~ QS 7 – Al A’raaf : 179 ~

#4 - Orang-orang dzalim

Orang-orang yang dzalim adalah orang yang lebih banyak keburukannya dibanding kebaikannya, menantang perintah Allah bahkan tidak beriman kepadaNya. Orang yang tidak dapat mengendalikan syahwat boleh jadi akan berbuat dzalim, merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, menyusahkan orang lain, bahkan membunuh orang lain, karena dia menyangka hal itu akan memuaskan syahwatnya.
Allah Subhanahu wa tal’ala berfirman:

واتبع الذين ظلموا ما أترفوا فيه وكانوا مجرمين

“Dan orang-orang dzalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan, dan mereka itu adalah orang-orang yang berdosa/pelaku kejahatan.” (QS 11 – Hud : 116)

KEWAJIBAN BERJIHAD BAGI MUSLIM

Jihad merupakan kewajiban setiap muslim, baik dengan harta benda (infaq), dengan jiwa (perang) atau dengan lisan dan tulisan, yakni dengan mengajak jihad dan mempertahankannya. Jihad ada beberapa macam:

Fardhu ‘Ain, yaitu berjuang melawan musuh yang menyerbu ke sebagian negara umat Islam. Seperti jihad melawan kaum Yahudi yang menduduki negara Palestina. Semua orang muslim yang mampu, akan berdosa kalau sampai mereka tidak dapat mengeluarkan orang-orang Yahudi dari negeri tersebut.

Fardhu Kifayah, jika sebagian telah memperjuangkannya, maka yang lain tidak berkewajiban melakukan perjuangan tersebut. Yaitu berjuang menyebarkan dakwah Islam ke seluruh negara sehingga mereka melaksanakan hukum Islam, dan barangsiapa yang masuk Islam serta berjalan di jalan Islam kemudian terbunuh sehingga tegak kalimat Allah. Karena itu, jihad seperti ini masih berlaku terus sampai hari Kiamat.

Jika orang-orang Islam meninggalkan jihad dan tertarik oleh kehidupan dunia, misalnya pertanian dan perdagangan maka ia akan tertimpa kehinaan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam:

Jika anda jual beli dengan cara ‘ienah (semacam jual beli terlarang) dan kamu berjalan di belakang ekor-ekor sapi (maksudnya konsen melulu kepada bisnis/usaha) dan kamu puas dengan pertanian kemudian kamu tinggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah menimpakan kepada kamu sekalian kehinaan dan tidak akan melepaskannya darimu sehingga kamu kembali kepada agamamu.” (HR. Muslim).

Jihad terhadap pemimpin Islam, yaitu dengan memberikan nasihat kepada mereka dan pembantu mereka, sebagaimana sabda Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Sallam : ”Agama adalah nasihat. Kami bertanya, ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allah, KitabNya, RasulNya, pemimpin-pemimpin Islam dan orang-orang muslim pada umumnya.” (HR. Muslim).

Beliau juga bersabda: “Jihad yang paling mulia adalah menyampaikan kebenaran pada pemimpin yang zhalim.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

Adapun cara umat Islam menghindarkan diri dari penganiayaan pemimpin mereka, yaitu hendaknya umat Islam ber-taubat kepada Tuhan, meluruskan akidah mereka, mendidik diri dan keluarga mereka atas dasar ajaran-ajaran Islam yang benar, sebagai pelaksanaan dari firman Allah:  “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13 - Ar-Ra’d : 11).

Untuk itu salah seorang da’i masa kini pernah menga-takan: “Dirikanlah negara Islam dalam hatimu, niscaya akan tegak di muka bumi.” Dan juga harus memperbaiki pondasi bangunan yang didirikan, yaitu masyarakat.

Allah berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS 24 - An-Nuur : 55).

Semoga bermanfaat,
Wasallam, Mimuk Bambang Irawan

No comments:

Post a Comment