Wednesday, September 10, 2014

SURAH AR-RAHMAN – NIKMAT TUHAN-MU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?

SURAH AR-RAHMAN – NIKMAT TUHAN-MU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?


Bismillahirrohmannirohiim…
Ada satu hal yang menarik dari Surat ar-Rahman yaitu adanya pengulangan satu ayat yang berbunyi: 
"Fabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan" artinya:
"Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?"

Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yang dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: "Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?"

Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "DUSTA", bukan kata "INGKAR". Hal ini menunjukkan bahwa nikmat yang Dia berikan  kepada manusia itu tidak bisa diingkari keberadaannya. Yang bisa dilakukan manusia adalah mendustakannya.

Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu, mereka mendustakannya!

  • Bukankah kalau kita mendapat uang banyak, kita katakan bahwa itu karena kerja keras kita?
  • Kalau kita berhasil meraih gelar sarjana itu karena otak kita yang cerdas?
  • Kalau kita sehat, jarang sakit, itu karena kita pandai menjaga makan dan rajin berolah raga.
Semua nikmat yang kita peroleh se-akan2 hanya karena usaha kita. Tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?

Kita telah bergelimang kenikmatan. Harta, pangakat, gelar, jabatan, pasangan hidup, anak2,  telah kita miliki. Ingatlah, semua nikmat itu akan ditanya di hari kiamat kelak.

"Sungguh kamu pasti akan ditanya pd hari itu akan nikmat yang kamu peroleh saat ini" (At-Takatsur: 8)

"Dan jika kamu menghitung nikmat2 Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya"  (An-Nahl: 18)

Tidak patutkah kita bersyukur kepada-Nya? Ucapkan Alhamdulillah, stop mengeluh dan jalani hidup dgn ikhlas sebagai bagian dari rasa syukur kita. 
"Fabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan"
"Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?"


Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment