Showing posts with label sabar. Show all posts
Showing posts with label sabar. Show all posts

Sunday, March 18, 2018

4 DOA SABAR DAN TAQWA

4 DOA SABAR DAN TAQWA
DOA-DOA MEMOHON KESABARAN, KETEGARAN DAN ISTIQOMAH DI ATAS ISLAM DAN TAKWA
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Berikut ini kami akan sebutkan beberapa doa dari Al-Qur’an dan Hadist-hadist shohih yang semestinya dibaca oleh setiap muslim dan muslimah agar ia senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala.
DOA PERTAMA:
“Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wahab lanaa min-ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab”.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia)”. (QS 3 -  Ali Imran : 8)
DOA KEDUA:
“Robbanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alalqaumilkaafiriin”
Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang kafir”. (QS 2 - Al Baqarah : 250)
DOA KETIGA:
“Yaa muqallibal quluubi tsabbit qalbii ‘alaa diinik”
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu”. (HR At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525.  Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
Doa ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi Muhammad saw.
DOA KEEMPAT:
“Allahumma mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ‘alaa tho’atik”
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepadaMu” (HR Muslim)
Demikianlah beberapa doa dari Al-Qur’an dan Hadits shohih yang sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua agar Allah ta’ala memberikan kepada kita taufiq dan pertolonganNya serta kemudahan untuk senantiasa sabar dan tegar serta istiqomah dalam memegang teguh agama Islam dan melaksanakan ketaatan kepadaNya hingga akhir hayat. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya.
Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin

Monday, July 20, 2015

SABAR DAN SHALAT

SABAR DAN SHALAT


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman

بسم الله الرحمن الرحيم
اسﻻم عليكم ورحمة الله وبركاته

Yang artinya: ''Wahai orang-orang yang berIman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” ~ QS 2 - Al-Baqarah : 153 ~
MENGAPA SABAR DAN SHALAT SEBAGAI PENOLONG?
Kata SABAR lebih dari seratus kali disebut di dalam AL-Qur'an. Hal ini menunjukan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam ke-Muliaan Akhlak.
Jika ditelusuri lebih lanjut ternyata hakekat seluruh Akhlak Mulia, sabar selalu menjadi asas atau landasan nya.
MISALNYA:
* Iffah (menjaga kesucian diri), adalah merupakan bentuk kesabaran dalam menahan diri dari memperturutkan Syahwat.
* Syukur, adalah bentuk kesabaran untuk tidak mengingkari Nikmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
* Qana'ah (merasa cukup dengan apa yang ada), adalah sabar menahan diri dari angan-angan dan keserakahan.
* Hilm (lemah lembut), adalah kesabaran dalam mengendalikan Amarah.
* Pemaaf, adalah sabar untuk tidak membalas dendam.
* Demikian pula keutamaan Akhlak lain nya, semuanya bersumbu pada kesabaran ..
Dengan kata lain secara psikologis kita bisa memaknai kesabaran sebagai suatu kemampuan untuk menerima, mengelolah, dan menyikapi kenyataan.
Jadi sabar adalah upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk mencapai Ridho Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka orang yang sabar adalah orang yang mampu menempatkan diri dan bersikap optimal dalam setiap keadaan.
Sabar bukanlah sebuah bentuk keputus asa'an, tapi merupakan optimisme yang terukur. Ketika menghadapi situasi dimana kita harus marah misalnya, maka marahlah secara Bijak dan diniati untuk kebaikan bersama..
Sedangkan SHALAT adalah Ibadah yang diawali dengan  TAKBIR dan diakhiri dengan SALAM. Dengan gerakan dan bacaan tertentu seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Shalat adalah Ibadah paripurna yang memadukan oleh pikir, gerak dan rasa.
Ketiganya terpadu secara serasi dan selaras dan saling melengkapi.
Dalam shalat terintregrasi proses latihan meletakan kendali diri secara proporsional, mulai dari gerakan, inderawi, aql, dan pengelolaan Nafsu yang pada akhirnya akan menghasilkan jiwa yang bersifat MUTHMA'INNAH.
Orang yang memiliki jiwa muthma'innah inilah yang pada akhirnya akan mampu mengaplikasikan nilai-nilai shalat dalam keseharian, yaitu nilai-nilai yang didominasi kesabaran paripurna..
Prakteknya tercermin dalam sikap penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawaqal, qana'ah, menjaga kesucian diri, istiqomah, dsb.
Dengan kata lain, orang yang shalat nya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya Akhlak dalam kehidupan sehari-hari..
Maka karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan orang-orang shaleh menjadikan shalat sebagai istirahat, sarana pelajaran, media pembangkit energi, sumber kekuatan, dan pemadu untuk meraih kemenangan..
Ketika mendapat Rizki melimpah, shalat-lah ungkapan kesyukuran nya.
Ketika beban hidup makin berat, maka shalat -lah yang meringankan nya.
Ketika rasa cemas membelenggu, maka shalat-lah yang membebaskan nya...
Maka tak heran bila Khubaib bin Adi ketika akan menjalani eksekusi mati, dedengkot kafir quraisy diberi kesempatan untuk mengajukan permintaan terakhirnya.
Apa yang dia minta..???  Ternyata  yang diminta adalah kesempatan untuk shalat. Dengan khusyuk shalat dua rakaat ditunaikan.
Selepas itu beliau berkata... ''Andai saja aku tidak ingin dianggap takut dan mengulur-ulur waktu, niscaya akan kuperpanjang lagi shalatku.''
Memang shalat yang baik akan menghasilkan kemampuan bersabar.
Sebaliknya kesabaran yang baik akan menghasilkan shalat yang berkualitas. Yaitu terjadinya dialog dengan Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga melahirkan kenikmatan, dan ketenangan yang tak terhingga di hati.
Barang siapa yang mampu merasakan Nikmatnnya berdialog dengan Allah Subhanahu wa ta’ala didalam shalat nya, maka niscaya Allah Subhanahu wa ta’ala akan membuka lebar-lebar pintu pertolongan-Nya...
''Sudahkah shalat kita demikian..???''
Oleh karena itu, mari kita berusaha menegakkan shalat dan mewarnai kehidupan kita penuh kesabaran, agar pintu pertolongan senantiasa terbuka lebar untuk kita... Amiin...!

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..