Thursday, May 8, 2014

7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN

7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN


Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh saudara-saudaraku yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala, menurut Ibnu Abbas r.a., ada 7 (tujuh) tanda kebahagiaan hidup di dunia, yaitu:

#1 – QOLBUN SYAKIRUN, hati yang selalu bersyukur. Pribadi yang selalu merasa cukup (qona’ah) sehingga tidak ada ambisi atau keinginan yang berlebihan dan menerima apa adanya. Inilah nikmat bagi hati yang bersyukur.

#2 – AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang soleh dan solehah. Pasangan hidup yang soleh dan solehah menciptakan suasana rumah tangga dan keluarga yang sakinah

#3 – AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yang soleh dan solehah. Doa anak yang soleh/solehah kepada orang tuanya dikabulkan Allah dan berbahagialah orang tua yang memiliki anak yang soleh/solehah.

#4 – AL-BIATU SHALIHAH, yaitu lingkungan yang baik untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh/solehah yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.

#5 – AL-MALUL HALAL, atau harta yang halal. Buka banyaknya harta, tetapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya. 

#6 – TAFAKUH FID-DIEN, atau semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah dan RasulNya. Cinta inilah yang memberi cahaya bagi hati.

#7 – UMUR YANG BAROKAH. Umur yang semakin tua smakin barokah, hidupnya semakin bertaqwa, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua, semakin rindu untuk bertemu dengan Allah. Inilah semangat hidup orang-orang yang barokah umurnya.

Semoga kita semua telah memperoleh kebahagiaan hidup di dunia ini, dan insyaa Allah juga akan mendapatlan kebahagiaan akhirat. Aamiin ya Rabbal’aalamiin.

Semoga bermanfaat, mari terus berbagi kebaikan

Wassalam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, 8 Mei 2014

No comments:

Post a Comment