Wednesday, June 14, 2017

TUGAS PARA RASUL

KAJIAN AL QUR’AN
TUGAS PARA RASUL
Pengajian Subuh Masjid At-Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Rabu, 14 Juni 2017
Ada sekurang-kurangnya 7 Surat dan Ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Allah mengutus para rasul dengan tugas untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan kepada manusia agar manusia beriman kepada Allah dan berjalan dalam kebenaran. (QS 2:213, QS 4:165, QS 18: 56, QS 6: 48-49, QS 35: 23-26, QS 34: 28, QS2 : 119)
Seperti kita tahu, dulu umat (agama) manusia hanya satu yaitu agama tauhid (Islam). Namun dengan bertambahnya manusia yang kemudian terpecah-pecah menjadi beberapa golongan, timbullah berbagai keyakinan di antara mereka. Bahkan ada golongan yang mengingkari agama tauhid yang menyebabkan terjadinya perselisihan. (QS 2: 213)
Para rasul dibekali dengan bukti yang nyata berupa mu’jizat, Zabur dan kitab yang berisi ayat-ayat Allah. Orang-orang kafir diajak kembali untuk mengikuti kebenaran. Barang siapa di antara orang-orang ini menjadi beriman kepada Allah dan memperbaiki dirinya, maka mereka tidak perlu khawatir. Tapi bagi mereka yang tetap mendustakan ayat-ayat Allah akan ditimpa azab yang amat pedih. (QS 6: 48-49, QS 35: 25-26)
Orang-orang yang kafir membantah risalah yang disampaikan para rasul dengan cara yang bathil mereka mencoba untuk menghilangkan kebenaran yang disampaikan utusan Allah ini. Ayat-ayat Allah mereka anggap sebagai olok-olok belaka (QS 18: 56)
Para rasul memberi peringatan tanpa memaksa orang untuk mengikutinya. Bila ada orang yang tetap kafir walaupun sudah diberi peringatan, maka para nabi tidak akan diminta pertanggung-jawabannya (QS 2: 119). Para kafir tetap berada dalam kesesatan dan dosa-dosanya, dan dosanya tidak akan ditanggung oleh para rasul, melainkan oleh dirinya sendiri (QS 17: 15)
Nabi Muhammad adalah pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan bagi SEMUA MANUSIA, bukan hanya untuk satu kaum atau bangsa tertentu (QS 35: 24, QS 34: 28)
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Tugas Para Rasul:
“Manusia adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para Nabi sebagai pemberi khabar gembira dan peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidakklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman tentang kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-nya”  ~ QS (2) Al Baqarah : 213 ~
-------------------------------------------------------------------------------------
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” ~ QS (4) An Nisaa’ : 165 ~
-------------------------------------------------------------------------------------
“Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (benar), dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olok” ~ QS (18) Al Kahfi : 56 ~
--------------------------------------------------------------------------------------
[48] “Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan 474) , maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati
[49] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik” ~ QS (6) Al An’aam : 48-49 ~

474) lihat catatan kaki no. 105 pada QS (2) – Al Baqarah : 160; Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan
-------------------------------------------------------------------------------------
“Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul ~ QS (17) Al Israa’ : 15 ~
--------------------------------------------------------------------------------------
[23] “Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
[24] Sesungguhnya Kami mengutus kamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran 1256) sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan
[25] Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mu’jizat yang nyata, zubur 1257), dan kitab yang memberi pelajaran yang sempurna 1258)
[26] Kemudian Aku Azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku” ~ QS (35) Faathir : 23-26 ~

1256) yang dimaksud dengan “kebenaran” di sini ialah agama tauhid (Isam) dan hukum-hukumnya
1257) lihat catatan kaki no. 256 dan 257 pada QS (3) Ali Imran : 184
1258) Maksudnya: Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan memberi kesanggupan untuk mendengarkan dan menerima keterangan-keterangan.
--------------------------------------------------------------------------------------
“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad). melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi sebagian manusia tidak mengetahui” ~ QS (34) Saba’ : 28 ~
-------------------------------------------------------------------------------------
“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka” ~ QS (2) Al Baqarah : 119 ~
--------------------------------------------------------------------------------------
“Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mu’jizat-mu’jizat yang nyata, Zabur 256) dan kitab yang memberi penjelasan-penjelasan yang sempurna 257) ~ QS (3) Ali ‘Imran : 184 ~

256) Zabur ialah lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. yang isinya mengandung hikmah-hikmah
257) Yakni: Kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berisi hukumsyari’at seperti Taurat, Injil dan Zabur
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H. R. Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Rabu, 14 Juni 2017 

No comments:

Post a Comment