Monday, June 19, 2017

AL QUR’AN, KITAB YANG DI BAWA MUHAMMAD

KAJIAN AL QUR’AN
AL QUR’AN, KITAB YANG DI BAWA MUHAMMAD
Pengajian Subuh Masjid Ukhuwah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, 19-20 Juni 2017
Rasul-rasul yang diutus oleh Allah SWT berjumlah banyak dengan tugas membawa khabar gembira dan memberi peringatan. Masing-masing membawa KITAB yang isinya sama tentang HAQ/kebenaran, yaitu bahwa Allah hanya satu. Al Qur’an diturunkan dengan haq untuk meluruskan hal-hal yang diperselisihkan. Perselisihan bukan karena mempertentangkan isi kitabnya melainkan karena timbulnya ‘bagyam’ (rasa dengki, iri, benci) di antara mereka (QS 2: 213). Apabila ada orang-orang yang memperselisihkan kebenaran Al Qur’an maka sebenarnya mereka sungguh berada dalam penyimpangan yang jauh (QS 2: 176)
Al Qur’an diturunkan dengan membawa kebenaran (Kitab bil haq) (QS 2: 176). Al Qur’an diturunkan dengan membawa kebenaran kepada Nabi Muhammad s.a.w, di mana Rasulullah diperintahkan berbuat adil dalam kasus Thu’mah (QS 4:105, catatan kaki 347), (QS 17: 105)
Allah telah menurunkan kepada manusia melalui Muhammad, Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat dan Injil dan merupakan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain (kitab-kitab bukan hanya ketiga kitab yang disebut di atas). Artinya, Al Qur’an adalah ukuran untuk menentukan benar-tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya. (QS 5 : 48)
Dalam membawa kebenaran berupa Al Qur’an, Rasulullah hanya ditugaskan sebagai pembawa berita (dakwah) dan memberi peringatan kepada manusia tentang akibat bila mereka tidak mengindahkan perintah dan larangan dalam Al Qur’an, bukan memaksa orang untuk mengikutinya (QS 17: 105) 
Kaum beriman diminta untuk taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, dan kepada ulil amri di antara kamu. Jadi tidak ada perintah untuk taat kepada Ulil Amri, apalagi bila para ulil amri tidak berjalan di jalan Allah. Kemudian bila terjadi perelisihan karena beda pendapat maka semuanya kembalikan kepada petunjuk dalam Al Qur’an dan As-Sunnah (QS 4 : 59)
Agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam. Berselisihnya orang-orang yang telah diberi Al-Kitab sebelum Al Qur’an diturunkan, terjadi karena kedingkian (yang ada) di antara mereka. Mereka tidak mau mendengarkan dan mengakui Islam sebagai agama yang membawa kebenaran (QS 3 : 19). Padahal Allah telah mengingatkan bahwa barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS 3 : 85)
Ahli-ahli kitab itu tidak terpecah belah sesudah mereka mengetahui kebenaran dari nabi-nabi mereka, lalu mereka kemudian berselisih pendapat karena saling mendengki, menganggap dirinya masing-masing paling benar. Sesudah datang Nabi Muhammad s.a.w. dan nyata kebenarannya merekapun tetap terpecah belah dan tidak mempercayainya. (QS 42 : 14), (QS 45 : 16-17)
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Al Qur’an, Kitab Yang di Bawa Muhammad:
“Manusia adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para Nabi sebagai pemberi khabar gembira dan peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka KITAB dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidakklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka KITAB, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman tentang kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-nya” ~ QS (2) Al Baqarah : 213 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
 “Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang kebenaran Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh”  ~ QS (2) Al Baqarah : 176 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
 “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat 347)  ~ QS (4) An Nisaa’ : 105 ~

347) Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu’mah dan ia menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu’mah tidak mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi. Hal ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu’mah kepada Nabi S.A.W dan mereka meminta agar Nabi membela Thu’mah dan menghukum orang-orang Yahudi. Kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu’mah. Nabi sendiri hampi-hampir membenarkan tuduhan Thu’mah dan kerabatnya terhadap orang Yahudi.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian 421) terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu 422), Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” ~ QS (5) Al Maa’idah : 48 ~

421) Maksudnya: Al Qur’an adalah ukuran untuk menentukan benar-tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya
422) Maksudnya: Umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat sebelumnya
------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur’an itu telah turun dengan membawa kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kam. melainkan sebagai pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan”  ~ QS (17) Al Israa’ : 105 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu ‘ maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”  ~ QS (4) An Nisaa’ : 59 ~
------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah di beri Al Kitab 189) kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedingkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maaka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” ~ QS (3) Ali Imran : 19 ~

189) Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” ~ QS (3) Ali Imran : 85 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka 1342). Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) 1343) sesudah mereka, benar-benar berada dalam kerugian yang menggoncangkan tentang kitab itu” ~ QS (42) Asy Syuura : 14 ~

1342) Maksudnya: Ahli-ahli kitab itu berpecah belah sesudah mereka mengetahui kebenaran dari nabi-nabi mereka. Sesudah datang Nabi Muhammad s.a.w. dan nyata kebenarannya merekapun tetap terpecah belah dan tidak mempercayainya.
1343) Yang dimaksud dengan “orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al Kitab” ialah ahli kitab yang hidup pada masa Nabi Muhammad s.a.w.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“[16] Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat). kekuasaan dan kenabian dan kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)
[17] Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama) maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.” ~ QS (45) Al Jaatsiyah : 16-17 ~
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H. R. Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, 19-20 Juni 2017

No comments:

Post a Comment