Friday, June 1, 2018

SISA WAKTUKU TINGGAL SEDIKIT

SISA WAKTUKU TINGGAL SEDIKIT
Waktu terus berjalan. Detik demi detik kehidupan kulalui. Sampai kurasakan bahwa perjalanan hidup di dunia ini semakin dekat pada taqdirnya. Banyak yang menyertaiku dalam perjalanan ini.... pada mulanya orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat dan teman-temanku, kemudian istri, anak-anak dan cucu-cucuku. sungguh menyenangkan ada teman di perjalanan yang panjang ini. Namun kusadari, sisa waktuku tinggal sedikit.
Selalu ada kesedihan ketika teman atau siapapun yang seiring sejalan tak lagi bisa melangkah lebih jauh. Mereka menyerahkan diri pada taqdirNya untuk menghadap Sang Pencipta sebagaimana telah digariskan olehNya, bila dan bagaimana panggilan menghadap itu kan datang. Aku ingat juga, bahwa sisa waktuku tinggal sedikit.
Dia segar bugar kemarin, hari ini dia wafat terserang penyakit jantung. Ada yang sakit bertahun-tahun, bertahan dalam penderitaan untuk akhirnya tiba juga pada saatnya. Ada sahabat dekat yang tidak jumpa puluhan tahun, untuk mendengar khabar wafatnya karena mengalami stroke dan jatuh. Ada yang kemarin masih bergelak tawa bersama, sekarang dia terbaring koma entah kapan ajalnya. Duh Gusti, aku tahu sisa waktuku tinggal sedikit.
Ini peringatanNya... sudah cukuplah ibadahku kepadaNya? Kusadari bahwa sisa hidupku takkan cukup untuk menyempurnakan taqwaku kepadaNya. Yang harus kulakukan adalah berikhtiar semampuku. Kekuranganku kuserahkan kepadaNya untuk menebus dosa dan salahku yang masih tersisa. Ya Allah, ampunilah hambamu ini.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi:
“Wahai hamba-Ku sayang! Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, sesungguhnya Aku menginginkan kebaikan bagi setiap yang Ku-sayang. Tak Ku-wafatkan dia, sebelum Aku tebus perbuatan-perbuatan dosanya dengan penyakit, kesusahan, kerugian atau kehilangan anggota keluarga. Dan apabila masih ada dosanya yang tersisa, Aku beratkan sakaratul mautnya. Hal ini Aku lakukan agar ia menjumpai-Ku dalam kesucian sebagaimana bayi yang polos.”
Ramadan 1439H ~ H.R.Mimuk Bambang Irawan

No comments:

Post a Comment