Showing posts with label nabi isa. Show all posts
Showing posts with label nabi isa. Show all posts

Friday, December 24, 2021

SELAMAT NATAL

Selamat Natal...

Selamat Hari Raya Idul Milad al-Majid

عيد الميلاد المجيد

Natal bagi umat Kristen adalah kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Bagi saya, Natal mengingatkan pada dua sosok pahlawan: Gus Dur & Riyanto.

Natal mengingatkan saya pada Gus Dur, karena tiap tahun beliau selalu ditanya, “Gus apa hukum mengucapkan Selamat Natal?” Saat saya menemani beliau di acara Kongkow Bareng Gus Dur tiap Sabtu, dari tahun 2005-2009. 

Gus Dur selalu menjawab “boleh”. Kemudian Gus Dur menambahkan argumen dengan kutipan dari Surat Maryam (Maria) ayat 33.

وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

“Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa ‘alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”  ~QS. Maryam: 33~.

Tak jarang, tanya-jawab ini berlanjut. Sang penanya tidak puas dengan mengajukan pertanyaan selanjutnya, “tapi Gus, kan tanggal 25 Desember belum pasti kelahiran Nabi Isa, Yesus Kristus, katanya juga ada umat Kristen yang merayakan bukan tanggal 25 Desember,”

Iya, contohnya Kristen Koptik di Mesir merayakan Natal 7 Januari. Demikian pula umat Kristen ortodoks lainnya.

Gus Dur tak pernah kehabisan bahan untuk menjawab dan disesuaikan dengan tingkat nalar penanya. “Soal itu (tepatnya tanggal kelahiran Nabi Isa) kan bukan urusan kita (umat Islam), kita mengucapkan Natal untuk menghormati dan menghargai yang merayakan. Saya saja hari ulang tahun ada dua versi: 4 Agustus dan 7 September. Mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun di dua tanggal itu saya terima saja,” jawab Gus Dur ringan.

Melalui pendapat Gus Dur tentang ucapan Natal, kita diingatkan tentang pandangan keagamaan yang toleran, menghargai, mengakui eksistensi yang lain, sekaligus ringan.

Natal juga mengingatkan saya pada Riyanto. Sosok yang tak perlu saya kenalkan lagi, yang namanya selalu muncul setiap Natal. Bukan karena dia orang Kristen, tapi dia muslim, NU dan Banser. Riyanto mengorbankan nyawanya menyematkan umat Kristen yang sedang merayakan Malam Natal di Gereja Gereja Eben Haezer, Mojokerto 24 Desember 2000. Dia menenteng kresek yang berisi bom agar tidak meledak di gereja.

Saat itu Banser membantu pengamanan gereja karena sering kali ada serangan terhadap gereja. Siapa yang meminta? Siapa lagi kalau bukan Gus Dur yang selalu ingin Islam menjadi rahmat (kasih sayang) dan pelindung bagi yang lain.

Hingga kini, Banser ikut mengamankan gereja saat Natal menjadi tradisi kebangsaan dan kebersamaan.

Seperti halnya pemuda Kristen di Manado, Sulut, Ambon, Maluku dan tempat-tempat lain yang menjaga masjid saat shalat Idul Fitri.

Maka Natal pun menjadi ingatan kolektif yang tidak hanya bagi kalangan Kristen, pun bagi kami, yang muslim, orang NU, Banser, Gusdurian dan sebagai warga negara Indonesia yang terus bermimpi dan berikhtiar mewujudkan Indonesia yang damai dan menjadi rumah bersama bagi kita semua.

Akhir kata: Natal, Gus Dur dan Riyanto menjadi momen kebersamaan, persaudaraan dan kebangsaan.

Selamat Natal pada saudara-saudara kita umat Kristen dan bagi yang muslim mari kita kirim Al-fatihah untuk alm Gus Dur dan Riyanto.

Mohamad Guntur Romli 

#Natal

Thursday, October 28, 2021

AYAT-AYAT TENTANG NABI ISA

KAJIAN AL QUR’AN

AYAT-AYAT TENTANG NABI ISA

Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Senin, 29 Oktober 2018

Topik kajian kali ini membahas tentang AYAT AYAT TENTANG NABI ISA dalam surat Ali Imran : 58-61  serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan topik tersebut

QS 3 : 58-61: Ayat-ayat tentang penciptaan Nabi ‘Isa dan Nabi Adam. Ke-Rasulan Nabi ‘Isa. Hikmah = Al Qur’an, dibacakan Al Qur’an yang penuh hikmah.

QS 4 : 156-157; Allah menghukum kaum kafir karena kekafiran mereka dan melontarkan tuduhan yang keji kepada Maryam dan karena bohong mengaku telah membunuh ‘Isa. Pada hal tidak, tidak juga menyalib-nya. Yang dibunuh adalah orang yang serupa engan Nabi ‘Isa

QS 8 : 60; Perintah Allah untuk bersiap-siap menggentarkan musuh, bukan untuk berperang

QS 10 : 1; Al Qur’an yang penuh hikmah. Kitaabil-hakiim = kitab yang penuh hikmah

QS 10 : 99-100; Tidak boleh memaksa orang menjadi orang beriman. Menjadi orang beriman itu dengan seijin Allah. Yang tidak mengerti akan ditimpa azab Allah.

QS 15 : 9; Al Dzikraa = Al Qur’an yang dijamin kesuciannya selama-lamanya.

QS 19 : 27-30; ‘Isa sejak masih dibuaian sudah bisa bicara. Allah tidak punya anak, makanya dipanggil ‘Isa bin Maryam

QS 19 : 30-35; ‘Isa diberi kitab Injil dan dijadikan Nabi oleh Allah. ‘Ia diberkati dan diperintahkan untuk sholat dan menunaikan zakat. Berbakti pada ibu dan tdak sombong. Itu ciri ‘Isa putra Maryam. Al Halim (Al Qur’an) yang penuh hikmah. Al Hakim (Allah) yang bijaksana

QS 21 : 7; Zikri = berilmu, Zikrikum = peringatan, sebab-sebab kemuliaan.

QS 21 : 10; Zikrukum = peringatan, Al Qur’an

QS 31 : 2;  Ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah. Hakim = hikmah.

QS 31 : 9; Allah Al-Hakiim = Maha Bijaksana

QS 43 : 43-44; Berpegang teguh pada agama à pada jalan yang lurus. Zikrikum, sebab-sebab kemuliaan = Al Qur’an.  

Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang NABI ‘ISA

(58)Demikianlah [kisah Isa], Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti [kerasulannya] dan [membacakan] Al Qur’an yang penuh hikmah.

(59) Sesungguhnya misal [penciptaan] ’Isa di sisi Allah, adalah seperti [penciptaan] Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" [seorang manusia], maka jadilah dia.

(60)  [Apa yang telah Kami ceritakan itu], itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (61) Siapa yang membantahmu tentang kisah ’Isa sesudah datang ilmu [yang meyakinkan kamu], maka katakanlah [kepadanya]: "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. ~QS (3) Ali Imran : 58-61~

-------------------------------------------------------------------------------------------------

(156)Dan karena kekafiran mereka [terhadap ’Isa], dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar [zina],

(157) dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak [pula] menyalibnya, tetapi [yang mereka bunuh ialah] orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang [pembunuhan] ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak [pula] yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa. ~QS (4) An Nisaa’ : 156-157~

----------------------------------------------------------------------------------------------

(60)Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang [yang dengan persiapan itu] kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya [dirugikan]. ~QS (8) Al Anfaal : 60~

-------------------------------------------------------------------------------------------------

(1)Alif Laam Raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah. ~QS (10) Yunus : 1~

-------------------------------------------------------------------------------------------------

(99)Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu [hendak] memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

(100) Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” ~QS (10) Yunus : 99-100~

--------------------------------------------------------------------------------------------------

(9)Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ~QS (15) Al Hijr : 9~

--------------------------------------------------------------------------------------------------

(27)Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

(28) Hai saudara perempuan Harun ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",  

(29) maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"

(30) Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab [Injil] dan Dia menjadikan aku seorang nabi, ~QS (19) Maryam : 27-30~

----------------------------------------------------------------------------------------------------

(31)Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab [Injil] dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku [mendirikan] shalat dan [menunaikan] zakat selama aku hidup; 

(32) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

(33) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".  

(34) Itulah ’Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. 

(35)Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. ~QS (19) Maryam : 30-35~

--------------------------------------------------------------------------------------------------

(7)Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu [Muhammad], melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. ~QS (21) Al Anbiyaa’ : 7~

---------------------------------------------------------------------------------------------------

(10)Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? ~QS (21) Al Anbiyaa’ : 10~

----------------------------------------------------------------------------------------------------

(2)Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah, ~QS (31) Luqman : 2~

----------------------------------------------------------------------------------------------------

(9)Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ~QS (31) Luqman : 9~

----------------------------------------------------------------------------------------------------

(43)Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.

(44) Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” ~QS (43) Az-Zukhruf : 43-44~ 

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Senin, 29 Oktober 2018

Saturday, February 3, 2018

H I K M A H

KAJIAN AL QUR’AN
H I K M A H
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Jum’at, 2 Februari 2018
Topik kajian membahas tentang ‘Hikmah’ dalam surat Al Baqarah : 269 serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan pengertian hikmah.
QS 2 : 269; Allah memberikan ‘hikmah’ kepada siapa yang dikehendaki. ‘Hikmah’ ialah kemampuan untuk memahami Al Qur’an dan As-Sunnah serta rahasia syariat agama. Siapapun yang diberikan hikmah ini berarti telah diberi karunia yang banyak, yang harus disyukuri. Dan hanya orang-orang yang berakal dan menggunakan akal pikirannya yang dapat mengambil pelajaran dari firman-firman Allah.
QS 16 : 125: Berdakwah adalah menyeru manusia ke jalan Tuhan (Allah) dengan ‘hikmah’. Hikmah adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil. Hikmah di sini adalah Al Qur’an yang memberikan petunjuk tentang mana yang hak dan mana yang bathil. Oleh karenanya Al Qur’an juga dinamai Al Furqan (Pembeda)
QS 2 : 251; Ini kisah perang antara tentara Thalut yang dipimpin Daud dengan tentara pimpinan Jalut (= Goliath). Daud berhasil membunuh Jalut. Allah kemudian memberikan pemerintahan dan ‘hikmah’ kepada Daud. Hikmah di  sini maksudnya adalah ‘kenabian dan kitab Zabur’ (catatan kaki 157)
QS 38 : 17-20; Masih tentang hikmah yang diberikan kepada Nabi Daud yang cukup banyak berupa kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian dalam amal perbuatan (catatan kaki 1302)  
QS 3 : 48; Kisah tentang Nabi Isa Al Masih yang diberikan ‘Al Kitab’, ‘hikmah’, Taurat dan Injil. Al Kitab di sini ada yang menafsirkan sebagai pelajaran menulis dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil (catatan kaki 196).
QS 5 : 110; Hikmah yang diberikan kepada Nabi Isa tidak diterjemahkan atau dijelaskan. Tapi dalam pengertian ‘hikmah’ adsalah Al Qur’an dan As- Sunnah
QS 33 : 34;  Hikmah adalah As-Sunnah
QS 62 : 2; Rasulullah membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dena mengajarkan kepada mereka semua yang berkaitan dengan Kitab dan Hikmah (As Sunnah).
QS 3 : 164; Allah mengutus Rasul yang mengajarkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (As-Sunnah)
QS 3 : 79; Peringatan Allah bahwa banyak orang yang mengaku menulis kitab dan mengatakan “ini dari Allah”, padahal bukan dan mereka hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri dari perilaku ini. Mereka adalah orang-orang yang celaka. Oleh karenanya Al-Qur’an harus dipelajari, dipahami dan dilaksanakan sesuai tuntunan As-Sunnah, agar tidak tertipu dan terjerumus dalam kekafiran. 
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Jum’at, 2 Februari 2018