Showing posts with label al qur’an. Show all posts
Showing posts with label al qur’an. Show all posts

Thursday, May 10, 2018

BULAN RAMADAN – BULAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN

KAJIAN AL QUR’AN
BULAN RAMADAN – BULAN DITURUNKANNYA AL QUR’AN
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Senin, 9 Mei 2018
Topik kajian membahas tentang Bulan Ramadan - Bulan Diturunkannya Al Qur-an dalam surat Al Baqarah : 185, serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan saat-saat diturunkannya Al Qur’an dalam bulan Ramadan.
QS 2 : 185; Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan batil).
QS 97 : 1-5; Al Qur’an diturunkan mula-mula pada malam Qadar (malam kemuliaan = malam Lailatul Qadr) secara lengkap. Sedangkan malam 17 Ramadan Nabi hanya menerima 5 Ayat (QS 96 – Al ‘Alaq : 1- 5)
QS 44 : 1-3; Al Qur’an adalah kitab yang menjelaskan, yang diturunkan pada suatu malam yang diberkahi (pertama kali diturunkan). Malam yang diberkahi di Indonesia umumnya jatuh pada 17 Ramadan = Nuzulul Qur’an. Yang diturunkan Surat Al ‘Alaq ayat 1 – 5.
QS 8 : 41;  Penjelasan tentang Hari Furqaan. Furqaan ialah pemisah antara yang haq dan yang batil. Hari Furqaan ialah jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadan tahu kedua Hijrah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Qur’anul Kariem pada malam 17 Ramadan.
QS 25 : 1; Al Furqaan = Al Qur’an
QS 3 : 3-4; Allah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat dan Injil. Al Qur’an menjadi petunjuk bagi manusia dan sebagai kitab pembeda (Al Furqaan)
QS 53 : 2-12; Penjelasan tentang saat pertama kali Jibril menyampaikan 5 ayat Al Qur’an dan menampakkan diri kepada Muhammad. Jibril digambarkan sangat kuat, mempunyai akal yang cerdas dan menampakkan diri kepada Muhammad dalam rupanya yang asli dengan jarak yang sangat dekat antara keduanya,yaitu lebih dekat dari pada dua ujung busur panah
QS 17 : 105-106;  Al Qur’an diturunkan dengan sebenar-benarnya, dengan membawa kebenaran. Al Qur’an diturunkan sedikit semi sedikit, bagian demi bagian, berangsur-angsur agar dapat dibaca secara perlahan-lahan oleh manusia
QS 25 : 32; Orang kafir bertanya mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus? Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus, berangsur-angsur agar hati Muhammad s.a.w. menjadi kuat dan tetap (mantap dan yakin)
Bulan Ramadan, bulan turunnya Al Qur’an:
1.   Sebagian Al Qur’an (5 ayat pertama Al ‘Alaq) di malam 17 Ramadan
2.   Seluruh Al Qur’an di malam lailatul Qadr, tanggal 21 Ramadan ke atas di malam-malam ganjil.
QS 2 : 2; Al Qur’an tidak ada keraguan yang ada padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
QS 16 : 102; Al Qur’an untuk Muslimin
QS 27 : 1-3; Al Qur’an untuk Mukminin
QS 31 : 2-4; Al Qur’an untuk Muchsinin = orang yang berbuat kebaikan
QS 10 : 57; Al Qur’an itu syifā = obat/penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
QS 24 : 34; Ayat-ayat Al Qur’an memberi penerangan/penjelasan serta contoh-contoh dari orang-orang terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.
QS 24 : 46; Ayat-ayat Al Qur’an adalah penjelasan.
QS 8 : 29; Orang yang bertaqwa kepada Allah akan diberikan furqaan (petunjuk yang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil). Dapat juga diartikan sebagai pertolongan Allah.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Senin, 9 Mei 2018

Saturday, April 21, 2018

AL QUR’AN KITAB YANG HAK (BENAR)

KAJIAN AL QUR’AN
AL QUR’AN KITAB YANG HAK (BENAR)
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Rabu, 18 April 2018

Topik kajian membahas tentang Ali Imran ayat 3;  Alaikal-kitāba bil haqqi’, kitab yang benar dan mengandung kebenaran, serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan pengertian ‘Al Qur’an adalah kitab yang hak dan mengandung kebenaran’.
QS 3 : 3; Allah menurunkan kitab Al Qur’an (yang hak) benar.
QS 17 : 105-106; Al Qur’an itu hak (benar) dan mengandung kebenaran
QS 16 : 102; Al Qur’an itu hak (benar) dan membawa kebenaran melalui Jibril.
QS 4 : 105;  Al Qur’an, ‘al kitāba bil haqqi’, yang membawa kebenaran
QS 13 : 1; Al Qur’an adalah kitab yang benar, yang diturunkan kepada Muhammad, tetapi banyak yang tak beriman kepadanya
QS 35 : 31; Al Qur’an adalah kitab yang benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya
QS 39 : 1-2;  Al Qur’an diturunkan Allah, diturunkan kepada Muhammad dengan membawa kebenaran, maka sembahlah Allah dengan Ikhlas.
QS 39 : 41; Al Qur’an kitab yang hak dan membawa kebenaran yang diturunkan kepada Muhammad. Bukan hanya untuk Islam namun untuk seluruh manusia.
QS 5 : 48; Al Qur’an diturunkan kepada Muhammad dengan membawa kebenaran  dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Maksudnya, Al Qur’an adalah ukuran/standar untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat dalam kitab-kitab sebelumnya. (footnote 421)
QS 15: 9; Allah yang menurunkan Al Qur’an dan memelihara keasliannya. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama-lamanya. (footnote 793)
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Rabu, 18 April 2018

Saturday, February 3, 2018

H I K M A H

KAJIAN AL QUR’AN
H I K M A H
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Jum’at, 2 Februari 2018
Topik kajian membahas tentang ‘Hikmah’ dalam surat Al Baqarah : 269 serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan pengertian hikmah.
QS 2 : 269; Allah memberikan ‘hikmah’ kepada siapa yang dikehendaki. ‘Hikmah’ ialah kemampuan untuk memahami Al Qur’an dan As-Sunnah serta rahasia syariat agama. Siapapun yang diberikan hikmah ini berarti telah diberi karunia yang banyak, yang harus disyukuri. Dan hanya orang-orang yang berakal dan menggunakan akal pikirannya yang dapat mengambil pelajaran dari firman-firman Allah.
QS 16 : 125: Berdakwah adalah menyeru manusia ke jalan Tuhan (Allah) dengan ‘hikmah’. Hikmah adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil. Hikmah di sini adalah Al Qur’an yang memberikan petunjuk tentang mana yang hak dan mana yang bathil. Oleh karenanya Al Qur’an juga dinamai Al Furqan (Pembeda)
QS 2 : 251; Ini kisah perang antara tentara Thalut yang dipimpin Daud dengan tentara pimpinan Jalut (= Goliath). Daud berhasil membunuh Jalut. Allah kemudian memberikan pemerintahan dan ‘hikmah’ kepada Daud. Hikmah di  sini maksudnya adalah ‘kenabian dan kitab Zabur’ (catatan kaki 157)
QS 38 : 17-20; Masih tentang hikmah yang diberikan kepada Nabi Daud yang cukup banyak berupa kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian dalam amal perbuatan (catatan kaki 1302)  
QS 3 : 48; Kisah tentang Nabi Isa Al Masih yang diberikan ‘Al Kitab’, ‘hikmah’, Taurat dan Injil. Al Kitab di sini ada yang menafsirkan sebagai pelajaran menulis dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil (catatan kaki 196).
QS 5 : 110; Hikmah yang diberikan kepada Nabi Isa tidak diterjemahkan atau dijelaskan. Tapi dalam pengertian ‘hikmah’ adsalah Al Qur’an dan As- Sunnah
QS 33 : 34;  Hikmah adalah As-Sunnah
QS 62 : 2; Rasulullah membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dena mengajarkan kepada mereka semua yang berkaitan dengan Kitab dan Hikmah (As Sunnah).
QS 3 : 164; Allah mengutus Rasul yang mengajarkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (As-Sunnah)
QS 3 : 79; Peringatan Allah bahwa banyak orang yang mengaku menulis kitab dan mengatakan “ini dari Allah”, padahal bukan dan mereka hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri dari perilaku ini. Mereka adalah orang-orang yang celaka. Oleh karenanya Al-Qur’an harus dipelajari, dipahami dan dilaksanakan sesuai tuntunan As-Sunnah, agar tidak tertipu dan terjerumus dalam kekafiran. 
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Jum’at, 2 Februari 2018

Saturday, January 20, 2018

ALLAH PELINDUNG ORANG-ORANG BERIMAN

KAJIAN AL QUR’AN
ALLAH PELINDUNG ORANG-ORANG BERIMAN
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Selasa, 2 Januari 2018
Topik kajian membahas tentang bagaimana Allah melindungi orang-orang yang beriman, yaitu dengan menurunkan Al-Qur’an dan mengutus Rasul untuk menjelaskan isi Al-Qur’an serta surat-surat/ayat-ayat lainnya yang berkenaan dengan keimanan kepada Allah, Rasul dan Kitab-Nya. Mereka yang telah diberi petunjuk namun tetap tidak beriman, mereka akan menjadi penghuni neraka yang kekal di dalamnya.
QS 2 : 257; Allah pelindung orang-orang. Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kegelapan bila mereka mengikuti Al Qur’an. Sedangkan yang kafir dikeluarkan dari cahaya dan dimasukkan ke dalam kegelapan.
QS 5 : 15-16; Al-Qur’an merupakan petunjuk kepada jalan yang terang, Rasulullah menerangkan is Al Qur’an yang menjadi jalan terang untuk menjadi menjadi orang beriman. 
QS 14 : 1; Al Qur’an mengeluarkan orang dari kegelapan menuju jalan terang-benderang, yaitu jalan menuju Tuhan yang Maha Perkasa.
QS 14 : 5; Musa membawa tanda-tanda kekuasaan Allah untuk mengeluarkan ‘kaum’nya dari kegelapan
QS 57 : 9; Dia yang menurunkan Al Qur’an kepada hamba-Nya (Muhammad)
QS 65 : 10-11; Perintah bertaqwa kepada Allah bagi orang-orang yang mempunyai akal yaitu orang-orang yang beriman. Perintah ini melalui Rasul yang membacakan ayat-ayat (Al Qur’an) supaya mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kegelapan ke pada cahaya. Di dunia dapat kenikmatan dan di akhirat dapat surga (DBASDunia Bahagia Akhirat Surga)
QS 30 : 30-31; Hadapkanlah wajah sesuai Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai fitrahnya itu. Fitrah Allah itu = naluri beragama tauhid (Islam, yang mengakui ke-Esa-an Allah). Mereka yang tidak beragama tauhid itu disebabklan karena lingkungannya.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi,Selasa, 2 Januari 2018

Wednesday, January 10, 2018

TENTANG MALAIKAT JIBRIL, RUH DAN NYAWA

KAJIAN AL QUR’AN
TENTANG MALAIKAT JIBRIL, RUH DAN NYAWA
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Kamis, 11 Desember 2017
QS 2 : 97; Nama Jibril; Ruh, Ruhul Amin, Ruhul Qudus. Istilah Ruh bisa juga berarti: nyawa, Jibril, Al Qur’an atau wahyu
QS 2 : 87; Nabi Isa biberikan kelebihan berupa bukti kebenaran dalam bentuk mukjizat-mukjizat dan diperkuat berupa ‘pendampingan’ oleh Ruhul Kudus (Jibril)
QS 16 : 102; Jibril ‘menyampaikan’ wahyu yang berasal dari Allah (Al Qur’an), bukan mendampingi Rasulullah.
QS 26 : 192-193; Al Qur’an diturunkan melalui Ruhul Amin = Ruhul Qudus = Jibril.
QS 97 : 1-5; Dalam Surat Al Qadr ini, ruh adalah malaikat Jibril
QS 16 : 2; Ruh = wahyu
QS 42 : 52; Ruh = Al Qur’an
QS 17 : 85; Ruh = nyawa
QS 32 : 7-9; Ruh = nyawa
QS 7 : 172; Allah mengambil kesaksian ruh yang telah diciptakannya. Ruh = nyawa
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Malaikat Jibril, Ruh dan Nyawa
“Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seijin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” ~ QS (2) Al Baqarah : 97 ~
-----------------------------------------------------------------------------------
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ‘Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus 69). Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” ~ QS (2) Al Baqarah : 87 ~

69) Masudnya: kejadian ‘Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mu’jizat ‘Isa a.s.. Menurut jumhur mufassirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.
-----------------------------------------------------------------------------------
“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang bereserah diri (kepada Allah).” ~ QS (16) An Nahl : 102 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
“[192] Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
[193] dia dibawa oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril).” ~ QS (26) Asy Syu’araa’ : 192-193 ~
-----------------------------------------------------------------------------------
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan 1594). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” ~ QS (97) Al Qadr : 1-5 ~

1594) “Malam kemuliaan” dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam “Lailatul Qadr”, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaaan turunnya Al Qur’an.
--------------------------------------------------------------------------------------------
“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah oleh olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertaqwa kepada-Ku.” ku~ QS (16) An Nahl : 2 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” ~ QS (42) Asy Syuura : 52 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” ~ QS (17) Al Israa’ : 85 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
“[7] Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah
[8] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)
[9] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”  ~ QS (32) As Sajdah : 7-9 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”  ~ QS (7) Al A’raaf : 172 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H.R.Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi, Kamis, 11 Desember 2017

Wednesday, November 1, 2017

DI ANTARA KEUTAMAAN AL QUR’AN

DI ANTARA KEUTAMAAN AL QUR’AN
A.Menurut Al Qur’an sendiri:
#1. Allah Ta'ala berfirman :
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. " ~ QS (16) An-Nahl : 89 ~
#2. Allah Ta'ala berfirman :
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. "  ~ QS (5) Al-Maa'idah : 15-16 ~
#3. Allah Ta'ala berfirman :
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman" ~ QS (10) Yunus : 57 ~
B.Menurut Hadits:
#4. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya" (HR. Muslim dari Abu Umamah).
#5. Dari An-Nawwas bin Sam'an radhiallahu 'anhu, katanya : Aku mendengar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Didatangkan pada hari Kiamat Al-Qur'an dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali Imran yang membela pembaca kedua surat ini" (HR Muslim).
#6. Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu,  katanya:  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Al-Bukhari)
#7. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu'anhu, katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi).
#8. Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dikatakan kepada pembaca Al-Qur'an: "Bacalah, naiklah dan bacalah dengan pelan sebagaimana yang telah kama lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca" (HR. Abu Dawud dan AtTirmidzi).
#9. Dari Aisyah radhiallahu'anhu, katanya : Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala"  (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya.
#10. Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh hasut kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur'an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang" (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Robbana Taqobbal Minna. Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin Ya Rabbal’aalamiin

Wednesday, October 25, 2017

MEMPERMAINKAN HUKUM ALLAH

KAJIAN AL QUR’AN
MEMPERMAINKAN HUKUM ALLAH
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi - Rabu, 18 Oktober 2017

Surat Al Baqarah ayat 226 s/d 242 merupakan perintah/larangan Allah yang berkaitan dengan perceraian, kecuali 2 ayat di antara ayat-ayat tersebut, yakni ayat 238 dan 239 yang membahas tentang sholat.
Dalam surat Al Baqarah ayat 231 yang merupakan salah satu ayat yang mengatur perceraian disebutkan larangan untuk tidak menjadikan hukum-hukum Allah (dalam hal ini, hukum perceraian) sebagai permainan atau bahan olok-olok.
Ada beberapa surat dan ayat lain dalam Al Qur’an yang memperingatkan kita tentang azab yang akan diterima seseorang bila manjadikan ayat-ayat/hukum-hukum Alah sebagai permainan atau bahan olok-olok dan ejekan.
QS 2 : 231; Kalau sudah menceraikan istri dan hampir/mendekati habis masa iddahnya (artinya, belum masuk masa iddah) boleh dirujuki (bukan ditahan, karena bisa dipersepsikan ‘dipenjara’) atau cerai dengan baik-baik. Dilarang menceraikan lalu merujuki istri dengan maksud berbuat zalim/aniaya/memberi kemudharatan, misalnya dengan memaksa mereka minta cerai dengan jalan khulu’ atau membiarkan mereka hidup terkatung-katung. Kalau menyakiti istri semacam ini maka berarti suami telah menszalimi diri sendiri
Ayat-ayat Allah = Hukum-hukum Allah. Nikmat Allah: 1. Diberi seorang istri/istri-istri. 2. Al Kitab (Al Qur’an) dan Al Hikmah (As Sunnah). As Sunnah Rasul Muhammad s.a.w.
Larangan untuk menjadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan atau bahan olok-olok/ejekan.
QS 18 : 103-106; Orang-orang yang paling merugi adalah orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka adalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Allah di hari kiamat. Ayat-ayat Allah dan rasul-rasul Allah hanya dijadikan olok-olok. Tempat mereka kelak adalah neraka Jahannam.
QS 18 : 56; Orang-orang yang kafir membantah risalah yang disampaikan para rasul dengan cara yang bathil mereka mencoba untuk menghilangkan kebenaran yang disampaikan utusan Allah ini. Ayat-ayat Allah mereka anggap sebagai olok-olok belaka
QS 45 : 7-10; Orang-orang yang banyak dusta dan banyak berdosa serta yang diperdengarkan ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya namun tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya akan mendapat azab yang pedih. Orang-orang yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olok akan mendapat azab yang menghinakan. Mereka-mereka ini akan ditempatkan di neraka Jahannam dan mendapat azab yang besar
QS 31 : 6-7; Orang-orang yang berkata-kata tidak manfaat tanpa pengetahuan untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah dan menjadikan jalan Allah itu olok-olok, akan memperoleh azab yang menghinakan. Kalau dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan telinganya tuli, maka bagi mereka azab yang pedih
QS 5 : 57-58; Dilarang dijadikan pemimpin orang-orang yang menjadikan agama buah ejekan dan permainan, yaitu orang-orang yang telah diberi kitab sebelum turunnya Al Qur’an, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik), serta apabila mereka disuruh sholat, mereka malah menjadikannya buah ejekan dan permainan.
QS 5 : 3; Islam dengan petunjuk Al Qur’an yang berisi ayat-ayat/hukum-hukum Allah adalah nikmat  yang merupakan karunia Allah bagi manusia.
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Mempermainkan Hukum/Ayat-Ayat Allah

“Apabila kamu mentalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka 145). Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan Al Hikmah (As-Sunnah). Allah memberi perngajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” ~ QS (2) Al Baqarah : 231 ~

145) Umpamanya: memaksa mereka minta cerai dengan jalan khulu’ atau membiarkan mereka hidup terkatung-katung
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“[103] Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
[104) Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
[105] Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia 896), maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
[106] Demikinalah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” ~ QS (18) Al Kahfi : 103-106 ~

896) Maksudnya: tidak neriman kepada pembangkitan di hari Kiamat, hisab dan pembalasan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (benar), dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olok” ~ QS (18) Al Kahfi : 56 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“[7] Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak dusta lagi banyak berdosa.
[8] dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembira dia dengan azab yang pedih.
[9] Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah 1383) yang memperoleh azab yang menghinakan.
[10] Dihadapan mereka neraka Jahannam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar
[11] Ini (Al Qur’an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih.” ~ QS (45) Al Jaatsiyah : 7-11 ~

1383) Maksudnya: Orang-orang yang banyak dusta dan berdosa yang tersebut dalam ayat 7 di atas.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“[6] Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
[7] Dan apabila dibacakan kepadanya 1180) ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.” ~ QS (31) Luqman : 6-7 ~

1180) Yang dimaksud dengan “kepadanya” ialah kepada orang-orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang tidak berfaedah untuk menyesatkan manusia.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“[57] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertaqwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
[58] Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.” ~ QS (5) Al Maa-idah : 57-58 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“…… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. …… “ ~ QS (5) Al Maa-idah : 3 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Disarikan oleh H. R. Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Bekasi - Rabu, 18 Oktober 2017

Saturday, April 16, 2016

TENTANG TRAGEDI WTC DAN AL QUR'AN

Tentang Tragedi WTC dan Al Qur’an – Waspadai Kebohongan
Bismillahirrohmaanirrohim...
APAKAH  BENAR  TRAGEDI  WTC  SUDAH  ADA  DALAM  AL QUR'AN ?
Simak baik-baik kutipan berita yang sudah terrsebar melalui medsos dan media lainnya ini:
Subhanallah... Ternyata  Allah  telah  memberikan  kabarnya  14  abad  yang  lalu  tanpa  di  ketahui  manusia... Ini  adalah  salah  satu  Mukjizat  Al qur'an   yang telah  membuktikan  kejadian  pada  masa  yang  akan  datang  .
Hari  ini,  saya  terheran  heran  karena  dapat email  dari  seorang  temen  yang  mengatakan  bahwa  tragedi  WTC  ternyata  sudah  di tuturkan  Allah  dalam  QS 9 -  At Taubah  ayat  109 ,  
Berikut  isi  email  teman  saya;...
15  tahun  yang  lalu terjadi Tragedi  WTC  yang disebutkan ada dalam  QS 9 - At  Taubah  :  109 dengan terjemahan  sbb;  
Maka  apakah  orang orang  yang  mendirikan  bangunannya  di  atas  dasar  taqwa  kepada  Allah   dan  ke  keridhaan-Nya   itu yang  baik ,  ataukah  orang  orang  yang  mendirikan  bangunanya  di  tepi  jurang  yang  runtuh,  lalu  bangunannya  itu  jatuh  bersama  sama  dengan  dia  ke  dalam  neraka  jahanam?  Dan  Allah  tidak  pernah  memberikan  petunjuk  kepada  orang  orang  yang  zalim.” ~QS 9 - At  Taubah  :  109~
Di  situ  di  sebutkan  keruntuhan  sebuah  bangunan  karena  yang  mendirikannya  adalah  orang  orang  yang  zalim. Pada  surah  At  Taubah  di  atas  telah  di  sebutkan  kata  "  JURUFIN  HAR "  yang  oleh  Ulama  tafsir    dulu  di  terjemahkan  sebagai  " di  tepi  jurang  yang  runtuh". Ternyata, 14  abad    kemudian  kata  tersebut  menjadi  nama  sebuah  jalan   di  kota  New  York  tempat  berdirinya  WTC ,  yaitu  jl.  JERF  HAR .
Gedung  WTC  runtuh  pada  tggl  11-9-2001  mari  kita  lihat  beberapa  kesamaan   (yang  mestinya bukan  hanya  kebetulan  semata)?
*> Tanggal  11  adalah  tanggal   terjadinya  tragedi  WTC. Apakah  suatu  kebetulan    bila  surah   At  Taubah  terletak  pada  JUZ  ke  11? 
*> Bulan  terjadinya  tragedi  itu  adalah  bulan  September   (bulan  ke 9),  apakah  secara  kebetulan   jika Surah  At  Taubah  berada  dalam  urutan  ke  9  dari  Al  Qur'an ?  
*> Tahun  terjadinya  tragedi  itu  adalah  tahun  2001,  apakah  secara  kebetulan  pula bila  jumlah  huruf  dalam  Surah  At  Taubah  terdiri  dari  2001  huruf ? 
*> Jumlah  tingkat  di  gedung  WTC  ada  109  tingkat, sekali  lagi  apakah  mungkin  kebetulan berulang  sampai  4  kali. Bila  hal  tersebut  sudah  tertuang  dalam  QS 9 - At Taubah  ayat  109  .
Subhanallah, Maha Suci Allah dan sungguh benar Muhammad adalah RasulMu. Sungguh benar firmanMu: " Kami  akan  memperlihatkan  kepada  mereka  tanda tanda  (kekuasaan) kami  di  segenap  penjuru  langit  dan  pada  diri  mereka   sendiri, sehingga  jelaslah  bagi  mereka  bahwa  Al  qur'an  itu  adalah benar... ~QS 41- Al  Fushshilat : 53~ 
Subhanallah...Sampai  bergetar  hati  ini  ...
Astaghfirullah,  mohon maaf atas postingan tragedi WTC tersebut di atas. Ternyata itu cuma karangan untuk mempermalukan orang Islam.
Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, Mohon waktu sesaat untuk merenungkan hal penting ini, sekali lagi sangat penting, berkaitan dengan perbuatan orang-orang zalim yang ingin merusak Al-Qur’an. 
Betapa sedihnya jika Al Qur’an terus dibuat permainan oleh mereka, orang-orang ”juhala bi umurid din” (orang-orang yang bodoh yang tidak tahu ruh agama Islam ini). Mereka tidak tahu hakekat mukjizat Al Qur’an.
Tapi suka mengotak-atik Al Qur’an seenaknya sendiri. 
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka siapakah yang yang lebih berbuat dzalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.” ~QS 6 -Al An’aam : 133~ 
Pasca kejadian WTC 11 September 2001 banyak yang mengaitkan hal itu dengan Al Qur’an. Mencocok-cocokkan Al Qur’an seenaknya dan mengatakan itu mukjizat. Entah perbuatan siapa ini? Orang-orang dzalim itu ingin semakin membuat bodoh dan membodohi umat Islam. Ingin menginjak-injak Al Qur’an. Bayangkan, bagaimana jika Al Qur’an dikatakan telah memberikan sinyalemen itu 1433 tahun yang lalu tentang kejadian itu. Terus diklaim itu mukjizat Al-Qur’an. Setelah diteliti ternyata salah semua. Hanya akal-akalan dan dusta belaka. Apakah itu bukan justru mengaburkan kemukjizatan Al Qur’an. 
Orang yang tidak pernah belajar sama sekali Ulumul Qur’an, tidak pernah belajar tentang I`jazul Qur’an akan dengan mudah membuat kedustaan dan kebohongan dengan mengatas-namakan Al Qur’an.  Propaganda dusta mengatasnamakan “kemukjizatan Al Qur’an” dalam kejadian WTC itu hanyalah upaya musuh Islam untuk menggiring umat manusia tidak percaya kepada Al Qur’an. Bukan untuk mengajak meyakini kemukjizatan Al Qur’an. Sebab kedustaan itu begitu jelasnya. Mereka menyimpulkan begini :
#1. Ayat 109 dari surat At Taubah menunjukkan bangunan WTC terdiri dari 109 tingkat.
#2. Pada ayat ke 109 pada surat At Taubah tsb tertulis “Jurufin Haar” menunjukkan nama jalan di Jerf Har.
#3. Surat At Taubah berada dalam juz ke 11 menunjukkan tanggal hari kejadian yaitu tanggal 11
#4. Surat At Taubah adalah urutan yang ke 9 menunjukkan bulan kejadian yaitu bulan ke 9.
#5. Jumlah kalimat dalam surat Attaubah dari awal sampai akhir sebanyak 2001 menunjukkan tahun kejadian yaitu tahun 2001, di tempat lain mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109
itu berjumlah 2001. 
Jika kita sedikit teliti saja maka kesimpulan itu hanya kedustaan atas nama Al Qur’an. Satu saja dari kesimpulan itu salah maka kesimpulan itu hanya mengada-ada. Coba kita lihat misalnya :
#1. Benarkan bangunan WTC 109 tingkat ? Tenyata tidak. Gedung WTC yang roboh itu terdiri dari 110 tingkat. Ini bukan hal yang sulit untuk dibuktikan. Datanya bisa dilihat oleh orang seluruh dunia. Silakan dicari di bagian search google search, msn.com atau yahoo, cari info tentang WTC New York.
#2. Benarkan di jalan Jerf Har ? Ternyata tidak. WTC itu terletak di Wall Street.
#3. Kejadian pada tanggal 11, Surat At Taubah ada di juz 11? Hanya orang yang tidak pernah baca Al Qur’an yang mengatakan demikian. Jelas sekali mayoritas ayat Surat At Taubah ada di juz 10. Lebih detailnya surat
At-Taubah terdiri dari 129 ayat, yang 92 ayat ada di juz 10 dan selebihnya (37 ayat) ada di juz 11. Apakah pencocokan tanggal kejadian WTC dengan surat At-Taubat bukan sebuah kedustaan dan
“pemerkosaan” Al Qur’an.
#4. Di ayat 109 ada kata-kata jurufin har. Sudah jelas terbantah karena jalannya bulan Jerf Har tapi Wall Street. Dalam tafsir apa pun, sepanjang saya belajar di Al Azhar University, baik di tafsir Ar Razi dan lainnya, tidak ada seorang ulama pun yang memaksudkan kalimat ‘jurufin haar” itu untuk mengisyaratkan nama sebuah jalan di Amerika. Terlalu nista dan remeh Al-Qur’an mengisyaratkan hanya sebuah nama jalan. Maha Suci Allah dari mengisyaratkan hal-hal remeh.
#5. Yang mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109 berjumlah 2001. Maka itu juga dusta. Sebab baru sampai ayat 25 jumlah hurufnya sudah 2001. Juga yang mengatakan jumlah kalimatnya 2001, hanya mencocok-cocokkan saja. 
Saya tidak tahu ini kerjaan siapa. Yang jelas inilah gaya Israiliyah modern. Kerjaan orang-orang yang hanya ingin membuat bodoh umat Islam. Dan orang awam yang tidak tahu apa-apa mendengar kabar seperti itu akan sangat semangat mempropagandakan kesana-kemari. Ia makan mentah-mentah tanpa rasa curiga.
Dan setelah itu jadi keyakinan dan opini masyarakat awam ternyata hanya kedustaan belaka. Mereka akan ragu pada Al Qur’an dan ulama. Padahal itu kerjaannya musuh Islam. Kapan umat ini tidak terus dibodohin orang ? Dalam memahami Al Qur’an, kitab sucinya saja kok begitu mudah didustain orang. 
Sekali lagi, ikhwah wal akhawat, jangan mudah mempermainkan Al Qur’an. Alangkan bagusnya jika ayat 109 itu dibaca tafsirnya dipahami dengan baik isinya. Dipahami asbabun nuzulnya. Kandungannya dimasukkan ke dalam nurani untuk bekal hidup di dunia dan akhirat. Bukan malah diperkosa dengan zalim dan mempropagandakannya dengan semena-mena dan justru melecehkan kemukjizatan Al Qur’an.
Sama seperti beberapa waktu yang lalu. Ada yang mengotak-atik rahasia angka 9 sebagai mukjizat Al Qur’an. Ternyata juga sebuah kedustaan, itu kerjaannya kaum Bahaiyah yang mengingkari risalah Muhammad Shallallahi Alaihi Wa sallam. 
Apakah hakekat mukjizat Al Qur’an itu? Hakekat terbesar adalah bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia untuk berjalan lurus meraih ridha Allah Subhanahu wa ta’ala. Siapa yang mengikuti petunjuk Al Qur’an akan selamat di dunia dan di akhirat akan memperolah nikmat yang tiada putusnya. Inilah mukjizat Al Qur’an sepanjang masa. Dan setan selalu ingin menjauhkan dari hekekat Al Qur’an ini diturunkan. 
Firman Allah, “Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar~QS 19 -  Al Israa’ : 9~ 
Ini saja. Semoga bermanfaat. Mari hidup bersama Al Qur’an, memahami dan mengamalkan isi Al Qur’an. Dan membela Al Qur’an dari serangan orang ateis yang membenci Al Qur’an. 
Allahummarhamna bil Qur’an, waj`alhu lana imaman wa nuran wa hudan wa rahmah. Aamiin ya Rabbal’aalmiin