Wednesday, November 13, 2013

IBU

IBU


RahmatMu ya Rabbi,

Pernahkah kita mengukur sepanjang apa kaih dan cinta Ibu??
Pernahkah kita menimbang severat apa cintanya??
Pernahkah kita merenung setulus apa kasihnya??

Atau setelah kita dewasa ....

Setelah kita bisa berjalan
Bisa berlari
Bisa bekerja mencari hidup
Memiliki pasangan hidup

Setelah kita tidak butuh lagi ..
dengan suapannya
dengan gandengan tangannya
dengan pelukannya
dengan dekapannya
dengan ninaboboknya
dengan belaiannya
dengan segala belas kasihnya

Kita mulai menjauh darinya
Kita mulai sibuk dengan urusan kita
Kita mulai lupa dengannya

Akhi/Ukhti
Andai semua waktumu kau luangkan untuk Ibundamu
Andai semua hartamu kau berikan kepada Ibundamu
Aku yakin, kaupun mustahil melakukannya
Tapi kalau itu yang kau lakukan...
Kaupun tak akan bisa mencukupkan balasannya

Tiada hal yang paling membahagiakan hati seorang Ibu, selain meilah anaknya bahagia
Tiada hal yang melarakan hatinya selain dari melihat musibah menimpa buah hatinya
Apapun yang dibutuhkan anaknya akan dipenuhi, asalkan buah ahtinya bisa kembali tersenyum

Dia rela memakai sandal usang, asalkan anaknya memakai sandal baru
Dia rela begadang, asalkan anaknya lelap tidurnya
Dia kuat menahan lapar dalam perutnya, tapi dia tak tahan melihat anaknya kelaparan
Dia rela nyawa digadaikan asalkan anaknya hidup
Dia rela hatinya diiris-iris asalkan anaknya senang

Akhi/Ukhti
Bila kau berada dengan dengan Ibumu, maka hampirilah dia sekarang...
Kecuplah keningnya
Minta maafnya
Minta ridhonya
Pijat kakinya
Dan ucapkan: “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama Rabbayani shogiran”

Bila kau jauh darinya, teleponlah dia, sengarkan suaranya, mintalah doanya, dan kirimkanlah sesuatu untuknya

Dan bila Ibumu berada di alam yang berbeda ....
Angkatlah tanganmu,
Pujilah Rabbmu dan doakan Ibumu selalu: “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama Rabbayani shogiran”

Ditulis oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Hassan Basalamah MA

Wassalam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, 27 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment