Tuesday, June 30, 2015

ASBABUN NUZUL KE 23

ASBABUN NUZUL KE 23

TURUNNYA SURAH 8 – AL ANFAL AYAT 70

Kisah Abbas ibn Abd. Muthalib – Penyedia Air Minum di Al Haramayn.

Al Abbas adalah salah seorang putera dari Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw. Sepeninggal ayahnya dia tinggal bersama kakaknya Abu Tholib dan Muhammad keponakannya.
Pada suatu hari Al Abbas mendengar Muhammad menyeru seluruh orang di sekitar Ka’bah untuk menyembah Allah dan meninggalkan berhala-berhala dan dirinya diutus sebagai Rasul Allah.
Umm Al Fadhl isteri Al Abbas langsung beriman dan menjadi wanita Islam pertama sesudah Sayyidah Khadijah, namun Al Abbas masih belum menyatakan keimanannya karena takut akan kaumnya.
Sepeninggal Abu Tholib dan Khadijah, tinggallah Al Abbas yang menemani Muhammad. Dengan sembunyi-sembunyi, Al Abbas berperan dalam menghubungkan utusan-utusan dari Yatsrib dengan Muhammad yang dibai’at di Aqobah.
Pada saat Rasulullah hijrah ke Yatsrib, Al Abbas tidak ikut serta, sehingga pada saat perang Badar, Al Abbas, Uqil ibn Abi Thalib (saudaranya Ali ibn Abi Thalib) dan kerabat Bani Hasyim dipaksa kaum kafir Quraisy untuk ikut serta ke Yatsrib memerangi Rasulullah.
Rasulullah mengetahui bahwa keluarga Bani Hasyim terpaksa ikut berperang, sehingga beliau berpesan untuk tidak membunuhnya. Al Abbas, Uqil dan beberapa kerabat tertawan pasukan Muslim dan untuk membebaskannya disepakati harus membayar fidyah sebesar 4.000 dirham. Rasulullah tahu bahwa Al Abbas bukan orang kaya dan pernah membantu Rasulullah, maka ketika Al Abbas diminta membayar dia menjawab bahwa dirinya sebetulnya sebagai Muslim hanya menyembunyikannya karena kekhawatiran dibenci kaumnya. Tentu saja sebagai manusia biasa Rasulullah tidak mengetahui hakekat keislaman Al Abbas yang sebenarnya.
Allah SWT menunjukkan jalan kepada Rasulullah melalui wahyuNya:
“Yaa ayyuhannabiyyu qul liman fii aidiikum minal asraa iyya’lamillaahu fii quluubikum khairam mimmaa ukhidza minkum wa yaghfirlakum wallaahu ghafuururrahiim”
“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: ‘Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu’. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ~ QS 8 – Al Anfal : Ayat 70 ~
Setelah mendapatkan wahyu, sekali lagi Rasulullah meminta Al Abbas membayar fidyah seraya mengatakan bahwa Al Abbas masih memiliki harta yang di wasiatkan kepada Al Fadhl puteranya jika dirinya tidak kembali ke Mekkah.
Tentu saja Al Abbas terkejut mendengar itu karena yang tahu akan harta itu hanya dirinya dan Al Fadhl puteranya, namun Allah memberitahu RasulNya.
Atas kekagumannya, seketika itu pula Al Abbas menyatakan keislamannya.
Karena kecerdikan dan kebijakannya Al Abbas diminta Rasulullah untuk tetap tinggal di Mekkah sebagai intel mengawasi perkembangan kaum Quraisy, meskipun dengan cara menyembunyikan keislamannya.
Ia sangat bahagia dan bangga ketika tahun ke 10 Hijriyah, Rasulullah berhasil menaklukkan Mekkah tanpa pertumpahan darah. Al Abbas dipercaya menjadi sesepuh Bani Hasyim dalam membagikan harta kepada anak cucunya.

Sepeninggal Rasulullah, meskipun Al Abbas saudara Nabi, namun ia taat sepenuhnya kepada Amirul Mukminin. Beliau wafat. Semoga Allah merahmati Al Abbas sesuai jasa-jasanya terhadap Islam.
Edited and posted by: Rika Rakasih
Sumber : Kitab Asbabun Nuzul
Penulis : Fathi Fauzi Abd Al Mu’thi
Disarikan oleh : Idih Ruskanda
Thema :  Al Anfal (8) – Ayat 70 à Al Abbas ibn Abd. Muthalib – Penyedia Air Minum di Al Haramayn.

No comments:

Post a Comment