Tuesday, August 18, 2015

ASBABUN NUZUL KE - 41 - TURUNNYA SURAH 3 – ALI IMRAN AYAT 181

ASBABUN NUZUL KE - 41
TURUNNYA SURAH 3  – ALI IMRAN AYAT 181
Kisah Abu Bakar Al Shiddiq - Membongkar kebohongan Yahudi.

Kaum Yahudi adalah kaum imigran yang menyebar ke berbagai wilayah setelah mendapat siksaan, keburukan dan kejaran tentara Fir'aun.
Mereka adalah kaum pendusta, bahkan seruan nabi mereka sendiri dibantahnya bahkan berani membunuhnya. 
Mereka bertabiat pembangkang, pandai mengadu domba, tidak ada keimanan sejati dalam dirinya, mereka tidak dapat dipercaya dan tidak pernah memegang teguh janji. 
Begitu pula tabiat kaum Yahudi yang bermukim di Madinah telah mengakar sejak nenek moyangnya.
Rasulullah masih menghargai kaum Yahudi sebagai akhli Kitab umat Nabi Musa As yang beriman kepada Allah.
Dan demi keamanan serta kedamaian di Madinah, maka antara kaum Muslim dengan kaum Yahudi dibuatlah perjanjian untuk hidup berdampingan.
Suatu hari Abu Bakar Al Shiddiq, sahabat Nabi memasuki sebuah pasar yang sangat ramai di Madinah. Tiba-tiba ia dipanggil seseorang yang diketahui adalah Fanhash ibn Azura, seorang Yahudi yang sering membuat masalah dengan orang-orang pasar.
Dia berkata : "Hai Abu Bakar.. kalian mengharamkan riba, tapi mengapa Allah menghalalkan bagi diriNya...".
Abu Bakar terkejut, karena yang dimaksud Fanshah tadi adalah ayat 245, Surah Al Baqarah yang berbunyi : "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah...... maka Allah akan 'melipatgandakan' pembayaran kepadanya dengan 'lipat ganda yang banyak'."
Suara Fanshah sangat keras dan memancing seorang Yahudi lain, yaitu Kahin Azura menimpali : "Saya setuju dengan ucapan Fanshah.. Mengapa Tuhan kalian meminta-minta pinjaman dan akan membayarnya lebih banyak... kalau begitu Tuhan kalian itu miskin dan melakukan riba..".
Abu Bakar tidak kuasa membendung amarahnya mendengar Allah Subhanahu wa ta’ala dihina seperti itu. Dicengkramnya leher Fanshah kemudian wajahnya ditampar.
Orang-orang Yahudi yang lain tidak ada yang berani membantu Fanshah karena takut kawan-kawan Abu Bakar membalasnya. 
Tidak menerima perlakuan Abu Bakar, Fanshah mengadu kepada Rasulullah bahwa ia ditampar Abu Bakar dan menghujat perdamaian dan jaminan keamanan antara kaum Yahudi dan Muslim. Liciknya dia tidak menceritakan kronologis yang sebenarnya.
Pada saat itu Abu Bakar datang dan menceritakan apa yang dialaminya secara lengkap termasuk penghinaan Fashah kepada Allah. Fashah memotong perkataan Abu Bakar dan berusaha memutar balikkan fakta. Namun Allah mendukung tindakan Abu Bakar dan menyingkapkan dusta serta penghinaan kaum Yahudi melalui wahyuNya : 
لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ 
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar". ~ QS 3 - 'Āli `Imrān : 181 ~
Demikian Al Qur'an menunjukkan mujizatnya dg mengungkap kebusukan2 kaum Yahudi yang semakin hari semakin kelihatan penghianatan, keculasannya yang berpotensi mengancam kedamaian dan persatuan masyarakat Madinah.
Rosulullah beberapa kali megingatkan mereka, namun tidak mau berubah bahkan bersekutu dengan kaum kafir Mekkah dan kaum munafik Madinah, akhirnya semua kaum Yahudi diusir dari Madinah.
Bekasi, 10 Agustus 2015
Edited and posted by: Rika Rakasih
Sumber : Kitab Asbabun Nuzul
Penerbit: Zaman
Penulis : Fathi Fauzi Abd Al Mu’thi
Disarikan oleh : Idih Ruskanda

Thema : Ali Imran Ayat 181 – Kisah Abu Bakar Al Shiddiq - Membongkar kebohongan Yahudi..

No comments:

Post a Comment