Sunday, July 2, 2017

TENTANG FITNAH

KAJIAN AL QUR’AN
TENTANG FITNAH
Pengajian Subuh Masjid At Taubah – Ustadz Abdullah Amin – Bekasi, Senin, 31 Juli 2017/Selasa, 1 Agustus 2017

Dalam Al Qur’an fitnah (fitnati) memiliki berbagai pengertian.
QS 2:217; Tentang perang di bulan Haram dikatakan bahwa itu adalah dosa besar. Namun ada dosa yang lebih besar dari pada berperang di bulan Haram yaitu 4 hal:
1.   Menghalangi (manusia) dari jalan Allah
2.   Kafir kepada Allah,
3.   Menghalangi orang masuk Masjidil Haram, dan
4.   Mengusir penduduknya dari sekitarnya
QS 2:217; masih dalam ayat ini disebutkan bahwa fitnah lebih besar dosanya dari pada membunuh. Fitnah di sini artinya adalah penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin
QS 2:191; Fitnah lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Dalam ayat ini fitnah berarti membuat kekacauan, seperti misalnya mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakliti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.
QS 4:91; Fitnah berarti syirik, menyekutukan Allah
QS 8:73; Fitnah berarti kekacauan, sehingga Allah memerintahkan untuk menggalang persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin
QS 9:47; Fitnah berati kekacauan. Orang munafik yang enggan berperang tapi ikut berperang hanya menimbulkan fitnah (kekacauan) belaka
QS 8:28; Fitnah diartikan sebagai suatu cobaan yang menyenangkan. Cobaan yang menyenangkan itu adalah harta dan anak-anak. Dibalik cobaan itu ada pahala yang sangat besar (QS 8 ayat 29) bila bisa lulus dari fitnah (cobaan) harta dan anak-anak.
QS 64:15; Harta dan anak merupakan fitnah (cobaan) yang menyimpan pahala yang besar
QS 21:35; Fitnah sebagai cobaan berupa keburukan dan kebaikan.
QS 16:?; Fitnah yang mengakibatkan murtad
QS 8:25; Fitnah berarti azab atau siksaan. Dan peliharalah dirimu dari siksaan (Wattaqu finatal) yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim saja, tapi juga bisa menimpa orang yang alim. Artinya jangan sampai kita tidak mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya
Kutipan ayat Al Qur’an yang menegaskan firman Allah tentang Fitnah:
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang di bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya , lebih besar (dosanya) di sisi Allah 134). Dan berbuat fitnah 135) lebih besar (dosanya) dari pada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandaimya mereka sanggup. Barangsiapa yang mrtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itula yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya” ~ QS (2) Al Baqarah : 217 ~

134) Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas adalah sebagai berikut: Katakanlah berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghaangi (manusia dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetap mengusir penduduknya dari Masjidilharam (mekah) lebih besar lagi (dopsanya) di sisi Allah”. Pendapat Ar Razy ini mungkin berdasarka pertimbangan bahwa mengusir Nabi dan sahanbat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.
135) Fitnah di dini artinya penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kamu (Mekah); dan fitnah 117) itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir” ~ QS (2) Al Baqarah : 191 ~

117) Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik). Merekapun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka dari memerangimu, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka” ~ QS (4) An Nisaa’ : 91 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu 625), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar” ~ QS (8) Al Anfaal : 73 ~

625) Yang dimaksud dengan apay yang telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim” ~ QS (9) At Taubah : 47 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan ketahuliah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” ~ QS (8) Al Anfaal : 28 ~
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah pahala yang besar”. ~ QS (64) At Taghaabun : 15 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” ~ QS (21) Al Anbiyaa’ : 35 ~
----------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat jkeras siksaan-Nya” ~ QS (8) Al Anfaal : 25 ~
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Disarikan oleh H. R. Mimuk Bambang Irawan - Jakasampurna, Senin, 31 Juli 2017 

No comments:

Post a Comment