Sunday, April 8, 2012

MUKJIZAT AL QUR'AN

Mukjizat Al Qur'an

Saudara-saudarku yang dicintai Allah SWT, setiap tahun kita memperingati kejadian yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, yaitu peristiwa Nuzulul Al-Qur’an, turunnya pedoman bagi manusia yang menakjubkan, pedoman yang tak tertandingi oleh kitab manapun juga. Pedoman yang diyakini bisa membuat manusia hidup bahagia di dunia dan kelak ditempatkan disurga di sisi-Nya. Allah berfirman:

Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb Semesta Alam,
dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin, ke dalam hatimu (Muhammad)
agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang
yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.
Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar
 (tersebut) dalam Kitab-kitab yang terdahulu
~ Asy-Syu’araa’- QS : 92-196 ~

Yang perlu direnungkan ialah, mengapa Allah menurunkan Al-Qur’an itu? Bahkan Allah telah merencanakannya sejak jaman nabi-nabi sebelum Muhammad, sesuai dengan firman-Nya bahwa turunnya Al-Qur’an telah disebutkan dalam Kitab-kitab yang terdahulu. Jawabnya ada dalam surat Yunus:37 sebagai berikut:

Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah;
akan tetapi (Al-Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya
 dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya*,
tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam
~ Yunus – QS : 37 ~

Note: * Maksudnya: Al-Qur’an menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an itu pula.

Jelas kiranya dalam ayat surat Yunus itu, bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk membenarkan, membetulkan, mengoreksi kitab-kitab yang terdahulu. Kalau kitab terdahulu seperti Taurat dan Injil perlu dikoreksi, apakah itu berarti bahwa Allah telah melakukan “kesalahan” pada ayat-ayat dalam kitab-kitab itu?

Bukan itu maksudnya, melainkan karena kitab-kitab itu telah dicemari oleh pikiran dan tangan-tangan manusia yang punya tujuan pribadi atau golongan. Walaupun demikian masih banyak orang yang tidak menyadari bahkan tidak mengakui hal ini dan tetap menganut pada kitab-kitab tersebut.

Saya tidak akan membahas lebih dalam mengenai “pencemaran” kitab-kitab lain. Yang jelas adalah bahwa Allah SWT tentunya tak membiarkan manusia yang merupakan master-piece ciptaanNya terombang-ambing oleh kebingungan dan inkonsistensi yang ditimbulkan oleh “kitab-kitab” terdahulu, sehingga Al-Qur’anpun di-nuzulkan-Nya.

Apakah Al-Qur’an yang telah diturunkan melalui Jibril kepada Muhammad akan mengalami nasib yang sama seperti kitab-kitab terdahulu, dicemari dengan diubah sana sini sesuai kehendak para penulis Al-Qur’an, sehingga kesuciannya tidak bisa dijamin lagi? Usaha ke arah itu pasti ada, namun sepertinya tak memungkinkan untuk berbuat semacam itu.

Naskah Al-Qur’an memiliki kinci-kunci pengaman, sehingga kalau ada yang merubah pasti ketahuan kepalsuannya. Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam bukunya “Mukjizat Al-Qur’an” menjelaskan berbagai kehebatan Al-Qur’an yang tak mungkin ditandingi oleh kitab bikinan manusia, sekalipun dibantu oleh jin. Kelemahan-kelemahan seperti pada Injil (yang sekarang) sama sekali tidak dijumpai.

Ke 6.236 ayat dalam Al Qur’an merupakan satu rangkaian kesatuan yang saling menunjang, saling memperkuat, saling menjelaskan, saling mengisi. Tidak ada yang saling bertentangan, saling melemahkan atau membuat kebingungan atau menimbulkan pertanyaan yang tak terjawab.

Seperti yang dikemukakan oleh Quraish Shihab dalam bukunya itu, kemukjizatan Al-Qur’an bisa ditinjau dari berbagai aspek.

Kemukjizatan yang utama dan pertama ialah dari aspek keindahan dan ketelitian bahasa Al-Qur’an. Susunan kata dan kalimat Al-Qur’an sangat memukau.

Mengenai nada dan langgamnya seorang cendikiawan Inggris, Marmaduke Pickthall dalam The Meaning of the Glorious Qur’an, menulis: “Al-Qur’an mempunyai simfoni yang tidak ada taranya di mana setiap nada-nadanya bisa menggerakkan manusia untuk menangis dan bersuka-cita”.

Al-Qur’an juga singkat dan padat, karena setiap ayat, kalimat bahkan kata sarat dengan berbagai makna. Pesan-pesan dalam Al-Qur’an memiliki kemampuan memuaskan yang sangat luas. Satu ayat bisa difahami dengan memuaskan oleh yang awam atau orang kebanyakan. Ayat yang sama dapat dipahami dengan lebih luas oleh para ahli filsafat atau para ilmuwan dalam pengertian yang baru yang tidak terjangkau oleh orang kebanyakan. Al-Qur’an juga dapat memuaskan akal dan jiwa sekaligus. Tidak seperti kitab atau bacaan pada umumnya yang hanya dapat memuaskan salah satunya belaka.

Keseimbangan redaksi atau susunan kata-kata dalam Al-Qur’an sungguh mencengangkan. Seorang ahli tafsir Al-Qur’an, Rasyad Khalifah, menyatakan adanya rahasia dibalik jumlah pengulangan kosa kata Al-Qur’an.

Salah satunya ialah kata Basmallah yang terdiri dari 19 huruf. Ternyata ada beberapa kata tersurat seperti Allah (2.698 kali), ism (19 kali), Ar-Rahman (57 kali), Ar-Rahim (114 kali) yang semuanya merupakan kelipatan 19.

Keseimbangan redaksi yang lain; jumlah bilangan kata yang sama banyaknya dengan lawan katanya, misalnya: kehidupan vs. kematian = 145 kali, manfaat vs. mudharat = 50 kali, panas vs. dingin = 4 kali, kebajikan vs. keburukan = 167 kali, kelapangan vs. kesempitan = 13 kali, cemas vs. harap = 8 kali, kufur vs. iman = 17 kali, musim panas vs. musim dingin = 1 kali.

Kemudian, keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan persamaan katanya, misalnya: bertani = membajak = 14 kali, membanggakan diri = angkuh = 27 kali, al-qur’an = al-wahyu = al-islam = 70 kali, al’aql/akal = an-nur/cahaya = 49 kali dan masih banyak yang lain.

Di samping itu masih ada keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata yang menunjuk sebagai akibatnya ataupun kata penyebabnya. Selain itu masih ada lagi keseimbangan khusus, seperti penulisan hari dalam bentuk tunggal (yaum) sebanyak 365 kali, sesuai dengan jumlah hari dalam setahun. Penulisan hari dalam bentuk jamak (ayyam) dijumpai sebanyak 30 kali, sesuai jumlah hari dalam sebulan. Kata yang berarti “bulan” (syahr/asyhur) ditulis sebanyak 12 kali, sesuai jumlah bulan dalam setahun.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada 7, dan penjelasan ini diulang sebanyak tujuh kali, yakni dalam surat-surat  Al-Baqarah:20, Al-Israa’:44, Al-Mu’minuun:86, Fushshilat:12, Ath-Thalaaq:12, Al-Mulk:3 dan Nuh:3.

Kemudian kata-kata yang menunjuk pada utusan Allah, baik kata rasul maupun nadzir (= pemberi peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali, seimbang dengan penyebutan nama-nama rasul, nabi atau pembawa berita tersebut yakni 518 kali juga.

Mukjizat yang kedua, ialah isyarat-isyarat ilmiah yang disampaikannya pada jaman Nabi SAW namun baru bisa terungkap kebenarannya oleh para ilmuwan modern beratus-ratus tahun setelah Nuzulul Qur’an.

Isyarat ilmiah itu antara lain ihwal reproduksi manusia (Al-Qiyamah:36-39, An-Najm:45-46, Al-Waaqi’ah:58-59, Al-Baqarah:223, Al-Insaan:2, Al-Mu’minuun:14), ihwal kejadian alam semesta (Al-Anbiyaa’:30, Al-Ghaasyiyah:17-18, Adz-Dzaariyaat:47), ihwal pemisah dua laut (Al-Furqaan:53), ihwal awan (An-Nur:43, Al-Ahqaaf:24, Al-Hijr:22), ihwal gunung (An-Naml:88), ihwal pohon hijau/klorofil (Yaasiin:80), cahaya matahari berasal dari dirinya dan cahaya bulan merupakan pantulan (Yunus:5, Nuh:16), kurangnya oksigen pada ketinggian, dapat menyebabkan sesak nafas (Al-An’aam:125), perbedaan sidik jari manusia (Al-Qiyaamah:4), aroma/bau manusia berbeda-beda (Yunus:94), masa penyusuan ideal dan masa kehamilan minimal (Al-Baqarah:233, Al-Ahqaaf:15), adanya nurani (superego) dan bawah sadar manusia (Al-Qiyaamah:14-15), yang merasakan nyeri adalah kulit (An-Nisaa’:56) dan masih banyak yang lain.

Apakah semuanya itu karangan Muhammad saw yang ummy, yang tidak bisa membaca dan menulis? Tentu tidak, karena itulah titah Allah. Muhammad hanyalah penyampai pesan-pesan tersebut kepada ummat manusia.

Mukjizat yang ketiga, Al-Qur’an juga menyampaikan berita ghaib, atau berita tentang sesuatu yang tidak diketahui atau tersembunyi. Berita ghaib yang disampaikan dalam Al-Qur’an misalnya tentang masa lampau yang kemudian terbukti kebenarannya melalui penyelidikan para ilmuwan (kebanyakan adalah arkeolog) beratus-ratus tahun kemudian.

Contohnya antara lain: binasanya kaum ‘Ad dan Tsamud serta kehancuran kota Aram ribuan tahun yang lalu, sebelum jaman Nabi saw. (Al-Haaqqah:4-7, Al-Fajr:6-9), berita tentang tenggelam dan selamatnya badan Fir’aun, yang juga terjadi ribuan tahun sebelum Nabi saw (Yunus:90-92), kasus Ashhaab al-Kahf, yaitu kisah sekelompok pemuda yang bersembunyi di gua Kahfi. Mereka tertidur dan terbangun 300 tahun kemudian (Al-Kahf:17-22).

Berita ghaib juga disampaikan mengenai masa depan, yakni tentang peristiwa yang belum terjadi di jaman Nabi SAW, antara lain mengenai kemenangan Romawi atas Persia yang terjadi dalam kurun waktu 3 sampai 9 tahun setelah berita ghaib itu diturunkan (Ar-Ruum:1-5), kasus Al-Walid bin Al-Mughirah (Al-Qalam:10-16) serta kasus Abu Jahl (Iqra’:9-19).

Last but not least, Al-Qur’an sebagai bacaan, memiliki prestasi top dan bisa mengalahkan semua rekor bacaan yang lain

Tiada satu bacaanpun di muka bumi yang keadaannya sama sempurna lagi mulia selama beratus-ratus tahun sejak manusia mengenal menulis dan membaca ribuan tahun yang lalu selain Al-Qur’an.

Tiada satupun bacaanpun selain Al-Qur’an yang dibaca dan bahkan dihafalkan oleh berjuta-juta orang. Tiada satu bacaanpun selain Al-Qur’an yang mendapat perhatian yang serius tentang sejarahnya, tentang ayat-ayatnya dari masa ke masa, dari waktu turunnya sampai kepada sebab-sebabnya ia diturunkan.

Tiada satu bacaanpun selain Al-Qur’an yang dipelajari redaksi kalimat dan katanya, ditelaah, di tafsirkan sehingga melahirkan ribuan buku tafsir dari generasi demi generasi. Dan masih banyak lagi prestasi yang tak tertandingi dan tidak akan tertandingi sepanjang jaman.

Memang kita harus benar-benar bersyukur telah menjadi muslim yang memiliki Kitab pedoman yang masih suci murni dan yang demikian komprehensif. Itulah hebatnya Al-Qur’anku! Al-Qur’an kita, kaum muslimin!

Bagaimana pendapat Anda?