Sunday, April 8, 2012

THE NEXT GENERATION

Adi anakku yang saleh,

Keadaan bangsa kita yang tengah dilanda kemerosotan akhlaq dengan perilaku yang korup dan tidak taat hukum saat ini berpotensi untuk melahirkan generasi mendatang yang memprihatinkan. Betapa tidak, keadaan bangsa kita yang sarat dengan contoh-contoh KKN, kezaliman, kemaksiatan, lunturnya keadilan, dan banyaknya orang tua yang kini jadi pejabat atau tokoh masyarakat cuma banyak bicara tanpa contoh positif yang kongkrit.

Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada adik-adikmu yang kini masih remaja (berumur sekitar 15 - 20 tahun) namun merupakan the next generation yang kemungkinan menjadi pemegang kendali negeri ini di masa mendatang.

Bagaimana mereka bisa menjadi generasi penerus yang berakhlaqul kharimah, kalau contoh dari yang tua begitu adanya? Kita perlu mengkhawatirkan mereka ini, karena 10 sampai 20 tahun mendatang, saat mereka berumur 30 - 40 tahun, mereka akan berkontribusi dan memberikan warna kepada bangsa ini. Sebagian dari mereka akan menjadi pejabat tinggi pemerintah atau militer, politisi, atau pakar-pakar yang memegang posisi-posisi kunci dalam percaturan dunia politik dan ekonomi di masa mendatang.

Penampilan remaja, yang terlihat di ibu kota Jakarta ini, memang beraneka ragam. Namun kita bisa memilah mereka pada dua kutub yang berseberangan.

Di kutub positif, ada golongan remaja yang kreatif, percaya diri, mandiri, gemar berorganisasi dan melakukan berbagai kegiatan positif seperti mengaji dan berdiskusi tentang agama macam remaja masjid, berolah raga, bermain musik, menggemari seni sampai kumpul-kumpul dengan teman-temannya sambil having fun dengan membakar-bakar sate ayam atau ikan guna memelihara silaturahmi.

Remaja macam ini biasanya memiliki tanggung jawab yang besar dan bersikap hormat penuh sopan santun kepada para orang tua. Waktu mereka diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Pembicaraan dalam kelompok mereka terasa segar, ceria, lucu, unik, bebas lepas, namun dalam batas tata krama. Nuansa yang khas remaja.   

Di kutub yang negatif berada kelompok remaja yang amburadul. Ciri-ciri mereka sudah bisa Adi tebak. Dapat dipastikan mereka tergolong yang menjauhi shalat dan menuruti hawa nafsu mereka dalam bentuk tawuran, keterlibatan dalam kejahatan, terjerumus narkoba, sex bebas, jarang belajar, nekat tanpa perhitungan, dan macam-macam kegiatan negatif lainnya. Ini memang merupakan hal yang melekat pada kelompok remaja ini.

Al-Qur’an juga menyiratkan adanya generasi yang negatif alias buruk seperti itu yang terdapat dalam firman Allah berikut ini:

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesulitan.
~ Maryam – QS 19 : 59 ~

Remaja golongan inilah yang perlu dikasihani dan perlu segera ditolong agar keluar dari kebiasaan dan kenakalan yang berlebihan dan sudah keterlaluan itu. Papa yakin mereka bisa segera direhabilitasi untuk menjadi manusia yang positif dan kiranya belum terlalu terlambat untuk mengadakan perbaikan pada akhlaq dan moral mereka.

Yang paling bertanggung jawab menciptakan generasi berikutnya yang memiliki sifat-sifat kebaikan adalah generasi sebelumnya, para orang tua beserta lingkungan yang diciptakannya.

Generasi penerus yang Islami yang diidam-idamkan adalah generasi yang memiliki semangat jiwa yang menggelora, penuh vitalitas dan profesionalisme yang dilandasi perilaku yang mulia. Tipe generasi ini dalam Al- Qur’an disebut sebagai generasi Rabbani, seperti di titahkan Allah dalam surah dan ayat berikut ini:

Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani,
 karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab (Al-Qur’an)
 dan disebabkan kamu telah mempelajarinya
~ Ali Imran – QS 3 : 79 ~

Jadi, kuncinya adalah pembinaan akhlaq melalui pemahaman isi Al-Qur’an serta mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya untuk kemudian diamalkan dengan benar. Generasi berakhlaq mulia  dengan ilmu yang dimilikinya akan mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa, karena mereka inilah golongan yang selalu mendapat perlindungan Allah swt. Jelaslah terbukti lagi, bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman ummat yang komprehensif dalam menciptakan generasi penerus yang akhlaqul-kharimah.

Adi anakku yang saleh, adalah menjadi tugasmu kelak untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu. Tujuannya agar mereka kelak menjadi remaja, pemuda dan orang dewasa yang berakhlaq mulia.

Berikanlah kesempatan dan paculah mereka untuk menimba ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya sehingga mereka tergolong dalam generasi yang akhlaqul kharimah, generasi rabbani sebagaimana diperintahkan Allah swt. Semoga generasi yang akan datang dapat membawa negara dan bangsa ini kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Aamiin ya Rabbal alamin.

Bagaimana pendapat Anda?

Penulis: H. R. Bambang Irawan – Pesan untuk anak cucuku