Friday, July 31, 2015

ASBABUN NUZUL SURAH 4 – AN NISAA AYAT 51 - 52

ASBABUN NUZUL KE-35 - TURUNNYA SURAH 4 – AN NISAA AYAT 51 - 52
Kisah Ka'b ibn Al Asyraf - Si Pendengki Pemimpin Kaum Yahudi

Kaum Yahudi terkenal sebagai kaum pengecut, licik, pembuat makar, pembuat tipudaya dan pembangkang bahkan kepada Nabi-nya sendiri.
"Dan mereka membunuh nabi-nabi mereka tanpa hak dan mereka berkata, hati kami telah ditutup" (QS 4 – An Nisaa : 155).
Akibat dikejar-kejar Fir'aun, mereka berpencar dan ada yang berimigrasi ke Yatsrib. Di Yatsrib mereka mendominasi kekuatan ekonomi, menguasai lahan pertanian, perkebunan dan perdagangan yang dipimpin Ka'b ibn Al Asyraf dari Bani Al Nadhir, Akibatnya penduduk Yatsrib hanya menjadi buruh, kuli dan pekerja mereka.
Ketika Islam mulai masuk kota Yatsrib, kaum Yahudi berusaha memusuhi kaum Muslim. Mereka seringkali melakukan keburukan kepada Islam, meskipun mereka sesungguhnya mengetahui dan menyadari dalam Kitab Taurat menyatakan bahwa kelak akan datang nabi baru yang membawa ajaran dari langit sama dengan ajaran Yahudi serta ajarannya adalah benar.
Kaum Yahudi mengetahui bahwa kaum Quraisy Mekkah memusuhi Islam. Mereka mengharapkan kaum Quraisy dapat mengalahkan Islam, sehingga mereka mendapat keuntungan menguasai lagi ekonomi dan politik di Madinah serta keberadaannya tidak terdesak. 
Tapi alangkah kecewanya karena setiap terjadi peperangan antara kaum Muslim dan Quraisy selalu dimenangkan kaum Muslim. Alih-alih sadar, malah mereka mendekati kaum Quraisy. Mereka datang ke Mekkah menemui salah seorang pemimpin Quraisy yang membenci Islam, yaitu Abu Sufyan ibn Harb.
Tentu saja Abu Sufyan terkejut ketika Ka'b ibn Al Asyraf bersama 70 orang kawannya datang ke Mekkah dan menceritakan kebenciannya pada kaum Muslim. 
Abu Sufyan tahu bahwa kaum Yahudi adalah kaum Akhli Kitab yang sama dengan Islam diturunkan Allah, berbeda dengan kaum Quraisy yang menganut Paganisme atau menyembah berhala.
Terdorong oleh kebencian dan kedengkiannya terhadap Muhammad, Ka'b secara mengejutkan menyatakan kepada Abu Sufyan bahwa agama kaum Quraisy yaitu menyembah berhala lebih baik daripada kaum Muhammad.
Allah Subhanahu wa ta’ala mengetahui apa yang dilakukan Ka'b, Dia mengabarkan kepada RosulNya dengan mewahyukan ayat :
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلً / أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya". (QS 4 -  An Nisaa : 51-52)
Rosulullah sangat marah mendengar pernyataan Ka'b. Beliau menganggap Ka'b telah berbuat kejahatan yang keji kepada kaum Muslim sehingga atas nama Allah layak untuk dibunuh.
Beliau menawarkan siapa yang sanggup membunuh Ka'b. Beberapa sahabat menyanggupinya.
Mulailah para sahabat berembug untuk menjebak Ka'b melalui saudara sesusuan Ka'b yaitu Salikan dengan dalih ia bersama kawan-kawan Arab ingin keluar dari Islam karena menderita dan kesulitan makanan. Ia mengajak Ka'b untuk bekerjasama dan membantunya dengan jaminan beberapa senjata.
Hingga waktu yang ditentukan, Salikan berhasil membawa Ka'b keluar dari benteng pertahanan Bani Al Nadhir untuk mengambil senjata yang dijaminkan Salikan.
Diperjalanan inilah para sahabat berhasil membunuh Ka'b si pendengki dan penghina Islam.
Bekasi, 31 Juli 2015
Edited and posted by: Rika Rakasih
Sumber : Kitab Asbabun Nuzul
Penerbit: Zaman
Penulis : Fathi Fauzi Abd Al Mu’thi
Disarikan oleh : Idih Ruskanda

Thema : An Nisaa [4] Ayat 51-52 – Kisah Ka'b ibn Al Asyraf - Si Pendengki Pemimpin Kaum Yahudi

No comments:

Post a Comment